Bupati Bondowoso Beri Paparan Cara Pengembangan Kluster Kopi

0
467
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati bondowoso Drs Amin Said Husni, Kepala Perwakilan BI, Jatim Difi A. Johasyah, Deputi Kepala Perwakilan BI, Jember Hestu Wibowo

bondowoso, Nawacita.co – Bank Indonesia (BI) kantor wilayah perwakilan (KwP) Jatim Bersama dengan para Wartawan se – jawa timur berkunjung ke Pemkab bondowoso dalam rangka studi Banding serta diskusi dan sharing mengenai Pengembangan biji kopi yang ada di bondowoso, yang selama ini di kenal dengan bondowoso Republik kopi Diantaranya Kopi rubusta dan arabika, acara ini diadakan di Pendopo Pemkab Bondowoso kamis (23/08).

Kegiatan diskusi dan sharing ini di inisiasi oleh bupati bondowoso dan BI , untuk mengali lebih dalam potensi tentang kopi, dikarenakan kopi yang ada di bondowoso terkenal kwalitasnya bagus Sampai saat ini juga sudah merambah sampai ke mancanegara.

Dalam sambutanya bupati bondowoso Amin Said Husni mengatakan sejak tahun 2011 saya mengangarkan satu program baru yaitu program pengembangan klaster kopi dan kami jadi bupati bondowoso sejak tahun 2008, sebelumnya kopi sudah ada dulu di inisiasi. selanjutnya kami kembangkan yaitu sebuah gerakan yang saya sebut gerakan Botanik ( bondowoso pertanian organik ) jadi botanik itu singkatan,” ujarnya

Kemudian pengembangan gerakan bondowoso petani organik ini juga hasil keroyokan antara banyak pihak dan yang jelas Bank indonesia serta bulog dan disamping ada juga Pemkab bondowoso, hal ini sudah di inisiatif sejak thn 2009, allamdulilah perkembangnya cukup mengembirakan tadinya saya terlalu Obsesi perkembangan peetanian organik disemua wilayah Pemkab bondowo. Dan setelah saya evaluasi tidak mungkin semuanya harus ada kluster, harus fokus dan juga berkolaborasi dengan semua pihak. Akhirnya dengan dukungan dengan konsultan kami Provinda yang telah memberikan support kepada Pemerintah kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan pertanian organik ini. Akhirnya kami fokus hanya di desa lombok kulon.

“Kami mengembangkan hektar demi hektar dan sampai saat ini sudah kami kembangkan 160 Ha sebagai lahan pertanian beras organik dan sudah mengantongi sertifikasi berskala nasional dan ini ternyata meningkatkan kesejateraan petani.Dan ini langsung terasa, kalau BI bicara sektor real, ini adalah sektor real langsung mengangkat harkat petani, petani yang tadinya tidak mau jadi petani organik sekarang sudah pengin daftar ikut program ini.’’ Ujarnya

Selain didesa lombok kulon kami sekarang sedang mereplikasi dan melakukan expansi dibeberapa didaerah lain termasuk di desa sulek kecamatan telogo sari dan kecamatan wringin. Mudah mudahan kedepan ini menjadi salah satu legetie merupakan salah satu warisan saya untuk kabupaten bondowoso dimasa yang akan datang. Saya sebut legetie karena saya sudah akan mengakhiri jabatan saya sebagai bupati tinggal kurang sebulan lagi hanya sampai september yang akan datang.

Tapi apa yang saya lakukan sejak 2008 sampai 2018 ini, Insyallah menjadi warisan abadi bagi masyarakat bondowoso, ini juga mengantarkan  kabupaten bondowoso untuk tahun 2010/2011 memperoleh penghargaan dari presiden berupa satya lencana wirakarya  dari presiden tahun 2011 dan ini juga mengantarkan kabupaten bondowoso memperoleh golden otonomi award dari  jawa pos institute dan ini artinya diangap sebagai terobosan pemerintah daerah dalam implemtasikan otonomi daerahnya dalam rangka mengali dan mengembangkan potensi ekonomi lokal, dan ternyata memang ini menjadi sebuah potensi unggulan kabupaten bondowoso kedepan dapat trus dikembankan.

Kedua: kopi tadi saya bilang mulai tahun 2011.kami fokuskan disatu kecamatan sumber wringin tempatnya.Memang kawasan ini yang punya prospek untuk dikembankan sebagai daerah penghasil kopi spesialtie. Kopi spesialtie khususnya arabika,pengemar kopi atau kopi lovers di dunia itu menyebut ada beberapa jenis, ada bebrapa kawasan yang diangap sebagai salah satu penghasil kopi spesialtie terbaik didunia. Sejak tahun 2011 kami kembangkan, kalau bicara sebetulnya 2011 itu bukanlah awal karena kopi bondowoso memiliki sejarah yang sangat panjang sejak jaman belanda,’’ Papar Bupati bondowoso Drs Amin Said Husni

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati bondowoso Drs Amin Said Husni, Kepala Perwakilan BI, Jatim Difi A. Johasyah, Deputi Kepala Perwakilan BI, Jember Hestu Wibowo serta Puluhan Wartawan se-Jatim yang mengikuti pelatihan.

(Dny)

 

 

LEAVE A REPLY