KNTI Gandeng KKP Sosialisasikan Akses Permodalan untuk Nelayan

0
387

Nawacita.co – 16 Juli 2018. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan danPerikanan (LPMUKP) menyelenggarakan Sosialisasi Program Dukungan Permodalan Usaha Mikro untuk nelayan di Sentra Ikan Bulak, Surabaya pada Senin (16/07/2018).

Dukungan permodalan ini dibuat sesuai dengan karakteristik usaha perikanan. Tiga ciri khas utamanya diantaranya adalah imbal jasanya rendah, mudah diakses , dan administrasi yang sederhana. Model ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan, yang notabene sekitar 66 persen penghambat utama untuk mengembangkan usaha perikanan skala kecil adalah faktor modal.

Dukungan permodalan ini digunakan sebagai bekal usaha perikanan skala kecil secara nasional untuk terus berkembang dari skala mikro ke kecil; dari kecil ke menengah; lalu menengah ke skala besar atau industri. Maka dari itu program ini harus menjangkau semua nelayan Indonesia, di timur Indonesia, di pulau-pulau kecil dan perbatasan yang jauh dari layanan perbankan.

Pada tahap awal, pemerintah dapat mengoptimalkan 5.600 tenaga penyuluh perikanan KKP dan jaringan organisasi kemasyarakatan di daerah untuk dibekali keahlian pendampingan usaha perikanan. Dengan begitu, program ini dapat segera menjadi solusi mengatasi ketimpangan dan kemiskinan.

Dalam sambutanya Teten Masduki mengatakan Program utama dari pak jokowi  selain Ada KUR, akses kepada lahan dan juga akses kepada pembiayaan. Kita tahu banyak  masyarakat dibawah termasuk nelayan serta para pengolah hasil laut dan lain sebagainya, kalau dalam kacat mata bank ini tidak bisa menerima kredit, padahal hanya soal Pembukaan saja keluar masuknya tidak di catat uangnya semacam pembiayaan, dan mudah mudahan dengan adanya ini bisa mendorong perekonomian para nelayan lebih baik.
Kemudian nanti kalau usahanya udah berkembang menjadi lebih baik bapak /ibu bisa pindah pinjaman ke perbankan dan supaya bisa mendapat pinjaman lebih besar, karena itu ada pendampingan bersama pemerintah kota didampingi  supaya mereka yang menerima bantuan ini permodalan ini bisa memanfaatkan tentu juga dari KNTI dan ini sistimnya pertanggung jawaban bersama, ya ini cukup baik dibanyak tempat termasuk di banglades juga, dan ini kalau dikelola dengan baik dan didampingi dengan baik, diarahkan pemanfaatkan  modal ini sehingga terus berkembang, kalau udah berkembang usaha semakin maju para nelayan bisa memanfaatkan jasa perbankan yang lebih besar , ini penting,” ujarnya
“tentu para nelayan lebih tau apa yang di perlukan, dan kalau ini berhasil para nelayan membutuhkan bantuan, dan nanti akan disampaikan kepada pak jokowi, kalau ini sudah berhasil Tim kami akan terus Pantau dan kalau memang ini sangat berguna dan bermanfaat untuk para nelayan, supaya hidup para nelayan hidup lebih baik
Supaya ada permodalan tadi tidak terjerat kepada rentenir, ijon, dan kita dorong tingkatkan bahkan Mungkin bersama himpunan Bank Milik Negara ( HIMBARA) nanti bisa kerjasama, dan kita juga mencari Pembiayaan juga untuk Starup dikalangan anak muda, dan jadi intinya  pemerintah memikirkan bagaimana pembiayaan yang mudah bagi masyarakat dengan bunga rendah dan ada pendampingan supaya usahnya berkembang ,’’ pungkasnya
Turut hadir dalam kegiatan acara itu Diantaranya Teten Masduki Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Ir Joestamaji, M.Si kepala Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Ir Nilanto Perbowo M.Sc Seketaris Jendral Kementrian KKP, BRI dan Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur M Hasyim, Serta juga dari unsur kecamatan, Dandim, polsek setempat dan juga para nelayan

[dny]

 

LEAVE A REPLY