Fadli Sebut Pemerintah Belum Maksimal Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

0
677

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua DPR RI mengkritik pemerintah yang berencana menghentikan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Fadli lalu membandingkannya dengan keberhasilan manusia terbang ke bulan.

“Kan sudah diketahui titiknya itu di mana. Titiknya sudah diketahui tempat jatuh atau tenggelamnya kapal tersebut kemudian tinggal melakukan evakuasi. 450 meter memang itu cukup dalam,” kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

“Tapi kan orang ini udah nyampe ke bulan, sudah nyampe ke mana, masak di situ nggak bisa?” kritik Fadli.

Fadli meminta pemerintah benar-benar serius mengevakuasi korban KM Sinar Bangun dari kedalaman 450 meter. Jika tak mampu, Fadli menyarankan RI meminta bantuan negara lain.

“Kalau nggak bisa, Indonesia minta bantuan negara lainlah. Ibaratnya gitu. Ini kan masalah 164 jasad gitu. Mungkin keluarga mereka ingin dikuburkan dengan layak, dengan baik. Menurut saya harus ada usaha maksimal,” ucap Fadli.

Meski mengkritik, Fadli tetap mengapresiasi usaha pemerintah menangani tragedi di Danau Toba itu. Namun, Fadli tetap ingin pemerintah berusaha lebih maksimal.

“Nah, apa yang dilakukan pemerintah sekarang menurut saya masih belum maksimal effort-nya. Usahanya sudah ada, jelas, kita apresiasi, tapi belum maksimal,” kata politikus Gerindra itu.

Soal rencana penghentian pencarian korban KM Sinar Bangun, aktivis Ratna Sarumpaet terlibat cek cok dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Fadli mendukung Ratna.

“Jadi saya sepakat apa yang dikatakan Bu Ratna Sarumpaet. Jangan hentikan proses untuk usaha untuk melakukan evakuasi. Saya kira masih ada cara lain yang masih bisa dilakukan. Sampai kalau kira-kira mentok, nah baru,” pungkasnya.

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan sebelumnya mengatakan pengehtian pencarian diawali dengan perundingan antara pihak pemerintah dengan keluarga korban, pada hari ke-13 pencarian atau Sabtu (30/7) kemarin. Dia juga menjelaskan kendala yang dihadapi tim.

“Di hari ke-13, kita coba berunding sama Bupati (Simalungun) dan keluarga korban. Kalau mau mengambil ya kita siapkan dana besar, peralatan yang canggih, dan perlu waktu yang lama,” kata Budiawan.

dtk

LEAVE A REPLY