KPU Tutup Laman Resmi Untuk Tangkal Serangan Peretas

0
317
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman

Nawacita – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya sengaja menutup sementara laman resmi lembaganya saat perhitungan real count hasil Pilkada Serentak. Alasan KPU sering menutup akses laman infopemilu.kpu.go.id untuk menangkal serangan peretas.

“Sekarang bagaimana kok KPU terhadap proses informasi ini ditutup? Ya karena serangan banyak masuk. KPU mempelajari itu. Dari pada nanti makin menimbulkan kegaduhan maka kita hold dulu,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/7).

Dia mengungkapkan, laman resmi KPU hingga saat ini diretas oleh hacker. Untuk itu KPU harus membersihkan dan memperkuat sistem agar tidak mempengaruhi hasil penghitungan suara Pilkada.

“Sampai sekarang sistem KPU masih diretas terus. Sampai kita membersihkan, memperkuat, ya anda lihat sistem apapun di manapun lah pasti potensi untuk diserang itu ada,” terangnya.

“Pasti kalau sudah ditutup lubang yang di kanan dia nyari yang di kiri. Tutup kiri dia nyari di tengah. Tutup tengah cari yang di atas. Seterusnya. Selalu begitu. Nah kita selalu mempersiapkan diri untuk menutup lubang-lubang itu,” sambung Arief.

Selain itu, Arief menambahkan, hasil hitung cepat perolehan suara Pilkada yang diunggah di laman KPU bukan dijadikan keputusan untuk menetapkan pasangan kepala daerah secara definitif.

Penetapan kepala daerah terpilih akan dilakukan secara berjenjang melalui berita acara yang dibuat dari TPS, PPK, KPU Kota sampai Kabupaten.

“Itu bukan hasil resmi penetapan. KPU menggunakan itu untuk melakukan kontrol supaya pasukannya tidak nakal. Partai lebih cepat banyak terlibat,” tandas Arief.

mrdk

 

 

LEAVE A REPLY