Bandar Udara Gudang Garam Kediri Ditaksir Butuh Rp10 Triliun

0
549
Ilustrasi
Ilustrasi

Nawacita – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkomitmen akan terus melakukan pembangunan bandar udara di Kediri, Jawa Timur. Hal tersebut sebagai bentuk kontribusi ke masyarakat dan negara.

”Kami berencana membangun bandara dan akan ‘go’ terus, maju terus. Jika misal ditanyakan lagi soal diversikasi, karena rokok juga ada masanya, maka jawaban kami, kegiatan membangun bandara ini bagian komitmen kami untuk masyarakat dan negara,” ujar Direksi PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta.

Dirinya mengharapkan, perusahaan bisa memberikan kontribusi ke masyarakat dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan. “Bandara ini adalah kontribusi ke masyarakat, berpartisipasi dalam pembangunan. Jika besok maju pesat dengan bandara, syukur, kalau ternyata tidak banyak pengaruhnya, tidak masalah,” tandasnya.

Namun, pihaknya menolak untuk mengungkapkan detail anggaran untuk pembangunan bandara yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Kediri tersebut. Dia hanya mengatakan, anggaran diestimasi antara Rp1 hingga Rp10 triliun.

”Biaya pembangunan bandara ini di atas Rp1 triliun, tapi tidak lebih dari Rp10 triliun dan ini estimasi kasar karena bandara itu banyak unsur yang tidak bisa kami pastikan. Kalau misalnya buat lahan harga Rp1, akhirnya bisa jadi Rp3, 4 atau bahkan 5,” kata dia.

Disinggung dengan porsi kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah, Istata juga masih enggan untuk menjelaskan porsi kerja sama tersebut. Dirinya hanya menegaskan bahwa semua pihak berkontribusi positif untuk pembangunan.

“Mengenai kerja sama dengan pemerintah, kami kan bekerja sama dengan semua unsur pemerintah, pusat, daerah, dan lain. Apakah porsi pas dari Gudang Garam berapa persen, itu tidak bisa kami formulasikan di sini. Saya yakin semua pihak berkontribusi positif. Jika misalnya kami dibantu lebih banyak, kami berterima kasih banyak,” paparnya.

oke

 

LEAVE A REPLY