Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 2018

0
247
BANK JATIM Mempermudah Pinjaman Untuk Modal UMKM

Nawacita.co – , 26 Juni 2018 | PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2018 di Ruang Bromo, bankjatim Kantor Pusat lantai 5, Surabaya (26/06).

AGENDA RUPS LB BANK JATIM 2018, antara lain:

1. Perubahan Anggaran Dasar;

2. Penetapan Perubahan Tugas dan Wewenang Pengurus Perseroan; 3. Perubahan Buku Pedoman Pelaksanaan Perseroan.

Agenda RUPSLB kali ini dalam rangka penyesuaian tugas direksi guna mewujudkan bankjatim yang lebih bertata kelola dengan baik dan lebih akuntabel di masa depan.

Tercatat sampai dengan bulan Mei 2018 laba bersih bankjatim mencapai Rp. 612,10 Miliar. Pencapaian laba tersebut diikuti oleh performa kinerja keuangan lainnya yang tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Year on Year/ YoY).

Berdasarkan Iaporan kinerja bulan Mei 2018 (unaudited), aset bankjatim tercatat Rp. 59,82 triliun atau tumbuh 10,10 % (YoY), Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mampu tumbuh sebesar 9,69 % (YoY) atau sebesar Rp. 49,52 triliun. Pertumbuhan kredit sampai dengan bulan Mei 2018 tercatat mengalami pertumbuhan 6,73 % tepatnya sebesar Rp. 32,14 Triliun.

Pertumbuhan peforma kinerja keuangan bankjatim yang cukup bagus tersebut, mampu menjaga rasio keuangan bankjatim posisi Mei 2018 di tingkat yang wajar, diantaranyai a. Return on Equity (ROE) sebesar 21,19%, b.Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,45% c. Return On Asset (ROA) 3,65% d. BOPO 62,00%. e. CAR 22,91 %

Posisi rasio keuangan tersebut menunjukkan bahwa rasio profitabilitas bankjatim (3,65%) diatas rata-rata rasio profitabilitas Bank Umum Konvensional (2,40%). Hal tersebut diikuti dengan eflsiensi bankjatim yang jauh dibawah rasio BOPO Bank Umum Konvensional yang berada di posisi 79,59% serta posisi NIM yang masih diatas rata – rata Bank Umum Konvensional sebesar 5,07% Dari sisi ketahanan modal, rasio CAR bank jatim menunjukkan kecukupan modal yang lebih baik dibandingkan dengan rasio CAR Bank Umum Konvensional sebesar 22,25. Jika dibandingkan dengan kinerja rasio

keuangan BPD Konvensional, posisi rasio keuangan bankjatim masih diatas rata-rata dilihat dari posisi ROA, CAR, NIM, dan BOPO yang masing-masing berada diposisi 2,45 %, 20,31 %, 6,02 %, 75,72 %.

Salah satu fokus bisnis bankjatim adalah memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat khususnya nasabah bankjatim. Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan bankjatim dalam melayani nasabah tersebut, Majalah lnfobank bersama Marketing Research Indonesia (MRI) memberi penghargaan pada ajang yang bertajuk Satisfaction Loyalty Engagement (SLE) Award 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung, bankjatim masuk 10 besar pada 3 kategori penghargaan yang diberikan. Antara lain :

1. Performa Terbaik Pelayanan Prima 10 BPD

2. Performa Terbaik ATM 10 BPD

3. Performa Internet Banking Terbaik 2 BPD

Penghargaan tersebut merupakan kesekian kali di tahun 2018 setelah dalam ajang penghargaan TOP BUMD 2018 yang diselenggarakan di balai kartini Jakarta beberapa waktu yang lalu, bankjatim berhasil meraih empat penghargaan sekaligus yaitu masing-masing di kategori Top BUMD, Top BPD, Top BUMD of the year, dan Top CEO BUMD.

Di bulan yang sama bankjatim mendapat apresiasi sebagai Top 100 Most Valuable Indonesian Brand Finance dari SWA. Penghargaan tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan bankjatim dalam hal kinerja, inovasi, layanan serta kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Segera akan diluncurkan generasi terbaru dari layanan elektronik Keuangan Daerah (eKD) dan Virtual Account bankjatim untuk memenuhi kebutuhan transaksi seluruh nasabah. Virtual Account bankjatim merupakan sebuah layanan yang ditujukan kepada pebisnis nasabah bankjatim yang dimudahkan dengan proses identifikasi yang lebih mudah.

Metode Virtual Account merupakan pembayaran yang praktis, cepat, mudah dan tanpa harus melakukan konfmnasi terhadap transaksi yang dilakukan kepada penerima. Layanan e-KD generasi terbaru juga diharapkan akan lebih memudahkan serta memfasilitasi kebutuhan layanan & transaksi keuangan daerah agar lebih optimal dan akuntabel.
(Dny)

LEAVE A REPLY