Sri Mulyani: APBN Jauh Lebih Kuat dan Sehat

0
306
Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Nawacita – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat keseimbangan primer keuangan negara surplus Rp18,1 triliun. Hal ini pun menunjukan bahwa keuangan negara dan APBN dikelola sangat baik dan sehat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan kondisi global dan dalam negeri, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,06% (kuartal I), inflasi sebesar 3,2% atau lebih rendah dari target APBN sebesar 3,5%.

Sementara itu, untuk SPN mencapai 4,2% sampai 31 Mei 2018 atau lebih rendah dibandingkan tahun 2017 sebesar 5,1% dan 2016 5,8%.

“Sedangkan untuk nilai tukar, Rp13.714 per USD atau realisasinya lebih besar dibanding asumsi APBN Rp13.336 per USD. Harga minyak USD66 per barel lebih tinggi dari asumsi APBN USD48 per barel dan lebih tinggi dari tahun 2017 serta dibandingkan 2016 sebesar USD34 atau kenaiakannya dua kali lipat,” tuturnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Untuk lifting minyak dan gas realisasi sampai akhir Mei 2018 semua di bawah asumsi APBN. Minyak mencapai 742.000 per barel atau lebih rendah dari asumsi 800.000, gas 1,138 juta atau di bawah 1, 200 juta barel per hari.

Sri Mulyani melanjutkan, untuk perpajakan realisasi sampai 31 Mei 2018 mencapai Rp538,7 triliun atau 33,3% dari target. Bila dibandingkan tahun lalu realisasi tahun ini lebih baik, karena 2017 mencapai 31,9% atau Rp470,3 triliun.

Untuk PNBP realisasi sampai akhir Mei menunjukan perbaikan signifikan. Pada akhir Mei terkumpul Rp145 triliun atau mencapai 52,6% dari total target. Tahun lalau baru Rp123,5 triliun atau 47,5%, 2016 hanya Rp89 triliun.

“Jadi kenaikan signifikan dalam 2 tahun terkahir. Jadi target 2018 terbaik dan sisi nominal besar,” tuturnya.

Di sisi lain untuk belanja negara, Kemenkeu mencatat belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sudah mencapai Rp231,5 triliun atau 27,3% dari total belanja anggaran 2018. Capaian ini lebih baik dibandingkan tahun lalu hanya belanja Rp193 triliun atau 24,2%,

“Belanja non K/L mencapai Rp226 triliun atau 37,3%, tahun lalu belanja ini hanya Rp195 triliun. Jadi ada kenaikan tren belanja cukup baik,” ujarnya.

Menurutnya, dengan postur tersebut, maka posisi akhir Mei 2018 untuk keseimbangan primer masih surplus sebesar Rp18,1 triliun atau dibandingkan tahun lalu mengalami perbaikan. Pasalnya, keseimbangan primer 2017 mengalami negatif Rp29,9 triliun.

“Artinya APBN jauh lebih sehat dan kuat. Total defisit anggaran posisi Mei Rp94,4 triliun. Tahun lalu jauh lebih besar Rp128,7 triliun. Kembali lagi adanya perbaikan sisi defisit yang lebih kecil,” ujarnya.

oke

 

 

LEAVE A REPLY