Cara Pelajar Akses Gratis Modul Belajar Literasi Keuangan OJK

0
228
Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara
Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara

Nawacita – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tingkat literasi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan masih terbilang rendah. Berdasarkan data OJK 2016, literasi keuangan di Indonesia dengan skala nasional baru mencapai 29,7%. Secara pelajar, bahkan lebih rendah baru mencapai 23,4%. Angka tersebut tak sejalan dengan inklusi keuangan yang terus merangkak naik mencapai 67,8%.

Oleh sebab itu, OJK berusaha menjangkau literasi keuangan pada pelajar dengan meluncurkan modul e-learning untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyatakan, peluncuran modul digital ini untuk bisa menarik anak muda mempelajari keuangan sejak dini. Maka, modul pun dibuat dengan visual yang menarik dan berupa permainan.

“Hardcopy kan sudah diterbitkan hingga pelosok. Tapi kurang praktis, itu cukup tebal bukunya dan biaya kirim mahal. Tapi kan dengan ini bisa murah, jangkauan juga lebih jauh,” ujarnya di Gedung Radius Prawiro, Kompleks BI, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Untuk mendapatkan modul e-learning literasi keuangan SD dan SMP gratis ini, pelajar dapat mengaksesnya ke website sikapiuangmu.ojk.go.id. Di mana setiap materi dapat diakses dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.

Pelajar SMP nantinya dapat menikmati pengenalan tentang keuangan melalu 9 sub modul yang tersedia. Di antaranya yakni pengenalan kepada OJK, bank mempermudah transaksi kita, dana pensiun menyejahterakan masa tua, maju berkat pembiayaan, sumber pendanaan melalui Pegadaian, asuransi melindungi kita, pengantar ekonomi Syariah, pasar modal mencerahkan masa depan, dan mari berbagi dengan pajak.

Sedangkan bagi pelajar SD dapat menikmati listerasi keuangan melalui sub modul yakni OJK, bank, dana pensiun, pembiayaan, pergadaian, pasar modal, ekonomi syariah, asuransi, dan mari berbagi dengan pajak.

“Kemudian yang menarik ada kuis pertanyaan, kalau jawab benar minimal nilai 70, ada sertifikat bisa cetak sendiri, bisa ulang lagi juga. Jadi anak-anak yang bisa akses bisa lebih banyak,” katanya.

Tirta menyatakan, dengan adanya modul ini maka pelajar sedari dini dapat membentuk karakter mereka dalam merencanakan kehidupan ke depan, termasuk dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan.

“Pemahaman keuangan untuk para pelajar itu merupakan hal yang penting karena mereka akan menghadapi risiko dari produk keuangan yang semakin kompleks daripada yang kita hadapi sekarang, karena masuknya era digital di sektor keuangan juga,” jelasnya.

oke

 

 

LEAVE A REPLY