PDIP Gelar Diskusi soal FGD Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi

0
216
PDIP Gelar Diskusi FGD
PDIP Gelar Diskusi FGD
Jakarta, Nawacita – DPP PDIP menggelar forum diskusi atau focus group discussion (FGD) dengan tema ‘Aktualisasi Nilai-nilai Kebangsaan untuk Mencegah Paham Radikalisme Pro Kekerasan dan Intoleransi.’
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Ketua DPR Utut Adianto, Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Hamli, serta Direktur Intelijen Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Ibnu Suhendra.
Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengatakan, FGD ini bisa menghasilkan rekomendasi sebagai masukan di pembahasan RUU Antiterorisme di DPR. RUU Antiterorisme hingga kini memang masih dibahas oleh Komisi I DPR.
“Diskusi ini memang sengaja dilaksanakan untuk mendapatkan saran masukan dan pandangan dari seluruh masyarakat karena kebetulan sekarang masih dibahas RUU Terorisme yang sekarang masih menuju tahap finalisasi,” katanya di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).
Maka itu, lanjut Basarah, diskusi ini turut mengundang Ma’ruf Amin dan tokoh agama lainnya. Dia berharap, nantinya para tokoh agama bisa memberikan masukan yang baik kepada PDIP terkait pembahasan RUU Antiterorisme yang sedang dalam tahap finalisasi.
Selain itu, diskusi ini diharapkan dapat mengantisipasi ideologi liberal yang turut berperan menciptakan ancaman dan serangan yang berujung pada radikalisme dan terorisme.
“Di era sekarang ini kita tengah dihadapakan pada ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia. Di sisi lain juga berkembang paham radikalisme yang membawa kekerasan dan intoleransi,” tuturnya.
Sementara Ketua Komite Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Riska Mariska yang juga menjadi moderator dalam diskusi mengatakan, acara FGD ini turut mengundang seluruh kader PDIP baik di DPP, fraksi, hingga organisasi dan sayap partai.
Selain itu, FGD juga dihadiri oleh organisasi muslim dan non-muslim. Termasuk organisasi kemahasiswaan mulai dari PB HMI, PB PMII, GMNI, dan Pemuda Katolik.
Lebih lanjut, dia berharap, FGD ini bisa menghasilkan sebuah pencerahan bagi bangsa dan masyarakat Indonesia untuk menghadapi ancaman radikalisme.
“Untuk itu dihrapkan dari acara ini kita dapat pencerahanan dan khasanah untuk menghadapi ancaman radikalisme. Mengingat fenomena sekarang ini banyak yang mengkafirkan sesama muslim yang bagi mereka ini adalah jihad,” tutupnya.
Acara ini turut dihadiri sejumlah politikus PDIP lainnya seperti Arteria Dahlan dan Ario Bimo. Hingga kini proses diskusi masih berlanjut dan digelar secara tertutup.
kum

LEAVE A REPLY