Kontrak 2 Blok Migas Diteken dengan Skema Gross Split Senilai Rp130 Miliar

0
312
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Nawacita – Pemerintah menandatangani kontrak gross split untuk blok Andaman I dan II. Total komitmen investasi kedua blok tersebut sebesar USD9,7 juta atau sekitar Rp130,95 miliar dengan bonus tanda tangan sebesar USD1,75 juta.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Kedua WK tersebut dilelang oleh Kementerian ESDM melalui Lelang Penawaran Langsung pada 2017 periode Mei–Desember 2017 dan telah diumumkan pemenangnya pada 31 Januari 2018.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pemenang lelang Andaman I ialah Mubadala Petroleum dan Andaman II oleh konsorsium Premier Oil Andaman Limited-Kris Energy. Pada kesempatan itu, Arcandra mengatakan, penandatanganan kontrak ini merupakan yang pertama untuk wilayah kerja baru menggunakan skema gross split.

Adapun jangka waktu kontrak selama 30 tahun dimulai dengan tahap eksplorasi selama enam tahun. ”Kita harap penandatanganan ini bukan memproduksi kertas, tapi yang terpenting harus mendapatkan oil atau gas dari penandatanganan ini,” ujar Arcandra.

Menurut dia, skema gross split ini mampu memberikan kepastian, kesederhanaan, dan efisiensi pada KKKS. Pasalnya, parameter ditentukan berdasarkan karakteristik lapangan serta kompleksitas pengembangan dan produksi.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengklaim, penandatanganan ini menunjukkan kontrak gross split menarik di mata pelaku industri migas. Terbukti lelang pada 2017 dari 10 WK yang ditawarkan terdapat lima yang diminati investor.

”Kita berharap, gross split ini jadi tujuan kita untuk mempercepat eksplorasi hingga eksploitasi,” kata dia.

Senada, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, penandatanganan WK ini bukti bahwa skemagross split diminati investor dan diyakini mampu mendongkrak investasi hulu migas.

Seperti diketahui, selain KKKS Andaman, PHE ONWJ juga telah menggunakan skema ini. Menurut dia, kinerja PHE ONWJ menjadi lebih baik ketimbang saat menggunakan skema cost recovery. Pada 2016 ketika masih menggunakan skema cost recovery anggaran investasi berupa belanja modal (capital expenditure/capex) dan belanja operasi (operational expenditure/opex) perseroan hanya USD322 juta.

Namun setelah mengimplementasikan skema gross split, investasi ONWJ meningkat menjadi USD347 juta pada 2017. ”Ini memberikan gambaran bahwa skema gross split mampu mendorong investasi,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, skema gross split juga mengurangi beban negara terhadap pengembalian biaya eksplorasi akibat dari cost recovery. Di samping itu, penggunaan skema gross split juga membuat KKKS lebih efisien.

Dia menambahkan, lelang blok migas tahun lalu yang berhasil mendapatkan lima pemenang. Bahkan lelang 26 blok migas tahun ini juga diikuti oleh perusahaan besar dan asing. ”Salah satunya Eni,” kata Djoko.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menargetkan jika dihitung dari April ini, pihaknya belum berani mengatakan terkait kesuksesan skema gross split untuk menarik investasi hulu migas.

Namun, SKK Migas menargetkan pada 2027, penerapan skema split akan meningkat menjadi 37 WK, sementara 49 blok migas lainnya masih memakai cost recovery. ”Untuk posisi April 2018 kita masih belum bisa menilai secara komprehensif skema gross split ini,” ujar dia.

Meski demikian, Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika berpendapat berbeda. Dia meminta aturan gross split yang diterbitkan Kementerian ESDM ditinjau ulang. Pasalnya, skema ini tak mampu menarik minat investor.

Menurut Kardaya, kontraktor berminat melakukan kegiatan pada suatu blok migas jika memakai kontrak cost recovery karena biaya pengembalian diganti pemerintah.

Sementara di kontrak gross split, biaya sepenuhnya ditanggung KKKS. Dengan menanggung biaya sendiri investor enggan melakukan kegiatan eksplorasi. ”Mereka tidak mau keluar duit. Jadi, gross split perlu ditinjau kembali,” kata dia.

okezone.com

LEAVE A REPLY