Tio Pakusadewo Ditahan di Rutan Cipinang

0
539
Aktor Tio Pakusadewo
Aktor Tio Pakusadewo
Jakarta, Nawacita – Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat aktor senior Tio Pakusadewo saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan pada Selasa (3/4).
Aktor bernama lengkap Irwan Susetio Pakusadewo itu akan melanjutkan tahap berikutnya yakni persidangan. Selagi proses persidangan akan berlangsung, Tio mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, mulai hari ini, Selasa (3/4).
“Iya akan ditahan di rutan Cipinang Jakarta Timur hari ini juga. Jadi kita secara otomatis akan melanjutkan penahanannya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Ramel Jesaja, ketika ditemui di kantornya, Selasa (3/4).
“Karena di penyidik itu dilakukan penahanan dan dipastikan yang bersangkutan akan dilakukan oleh jaksa penuntut umum dalam penahanan selama 20 hari,” sambungnya.
Sebelum dibawa ke Rutan Cipinang, penyidik dari kejaksaan juga sempat mengajak pemain film ‘Surat dari Praha’ itu berbicang mengenai kelengkapan identitas sebelum kasus tersebut akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Namun hingga saat ini, pihak Kejari Jakarta Selatan belum bisa memastikan kapan sidang kasus narkoba Tio akan dimulai.
“Ya kita akan segera limpahkan (ke pengadilan), namun sekarang ini masih dalam tahap penuntutan,” katanya.
Ramel juga tidak bisa mengungkapkan apa saja yang dapat memberatkan atau meringankan Tio dalam kasus narkobanya tersebut.
“Ya itu kita liat fakta-faktanya, karena ini ‘kan belum disidang, belum dilakukan persidangan, nanti bersabar dulu. Nanti kita lihat bagaimana fakta yang terungkap dalam persidangan,” tandasnya.
Tio ditangkap oleh Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 19 Desember 2017 di kediamannya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa tiga bungkus plastik klip berisi kristal metamfetamin (sabu) seberat 1,06 gram beserta alat konsumsi sabu.
Berdasarkan pengakuannya, Tio membeli empat paket metamfetamin dari seseorang berinisial V seharga Rp 1,3 juta pada 16 Desember 2017. Ia mengaku membeli sabu itu untuk dikonsumsi sendiri.
kumparan

LEAVE A REPLY