Petugas Bea Dan Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu

0
376

Nawacita.co – Bea Cukai Juanda mengadakan Press Conference mengenai Pengagalan Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP), terkait penggagalan penyelundupan barang Haram dalam kurun waktu dua kali seminggu.

Penggagalan terjadi pada hari Senin tanggal 19 Maret 2018 sekitar pukul 20.00 WIB Pesawat Jetstar (3K 249) rute Singapura – Surabaya mendarat di bandara Internasional Juanda, Petugas mencurigai terhadap koper milik penumpang berinisial NTTH (25 Th).Perempuan WNA asal Vietnam.

Kemudian petugas membawa perempuan itu dan barang bawaan miliknya ke ruang pemeriksaan guna pemeriksaan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan Kristal putih yang diduga adalah sabu (Methamphetamine) seberat 1,175 gr yang di sembunyikan dengan cara disamarkan sebagai alat koper.

20180403_103448

Berdasarkan hasil uji Labolaturium Bea Cukai, Kristal putih tersebut menunjukkan hasil positif berupa sabu, dia menyatakan bahwa koper yang dia bawa merupakan pemberian dari temannya yang ia temui di Bangkok, Thailand, semalam sebelum keberangkatannya menuju Surabaya.Kemudian Bea Cukai Juanda bekerjasama dengan Direktorat reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk pengembangan lebih lanjut.

Pengagalan yang kedua terjadi pada hari kamis 22/03/2018 sekitar pukul 11:00 WIB, penumpang berinisial NV (29 Th), Perempuan WNI dengan pesawat Air Asia (XT-321) rute Kuala Lumpur -Surabaya  mendarat di bandara Internasional Juanda, petugas mencurigai kardus berisi pakaian yang dibawa oleh NV yang di anggap tidak wajar, petugas membawa perempuan NV dan kardus miliknya ke ruang pemeriksaan guna untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan kristal Putih yang diduga adalah sabu seberat 1.240 gr, yang di selipkan di ringga dinding kardus. Berdasarkan hasil uji lab yang sudah dilakukan oleh Labolatorium Bea Cukai, BPIB Tipe B Suarabaya menunjukan hasil positif kristal putih itu adalah sabu. Saat di tanya oleh petugas perempuan NV mengaku barang tersebut adalah titipan dari temannya di Malaysia dan mengaku akan di beri imbalan berupa uang apabia berhasil membawa barang tersebut ke Indonesia. Selanjutnya Bea Cukai Juanda bekerja sama dengan Badan Narkotika nasional kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Berdasarkan UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, sabu merupakan Narkotika Golongan I ke Indonesia merupakan pelanggran pidana yang sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 Milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum 10 milyar ditambah (sepertiga).

20180403_103321

“Dan juga Berdasarkan Undang undang kepabean Nomor 17 tahun 2016 tentang kepabeanan, pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak 5 milyar.” Ujar kepala KPPBC TMP Juanda Budi Harijanto.

Penggagalan upaya penyelundupan Narkotika ini total kurang lebih 2.415 gr telah menyelamatkan 12.705 jiwa generasi muda dengan perhitungan 1 gram sabu di kosumsi oleh 5 orang. Pengagalan upaya penyelundupan ini merupakan kerjasama yang baik dan terintegrasi antara Direktoral Jendral Bea dan Cukai (Customs Narcotics Team KPPBC tipe Madya Pabean Juanda, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur, Badan Narkotika Kabupaten Sidoarjo, Imigrasi bandara Juanda (Bidang Darinsuk), dan pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I).

(Dny)

LEAVE A REPLY