Enggar Sebut Izin Impor Daging Hanya untuk Penjual Rp80.000 per Kg

0
212
Impor Daging.
Kementan mencatat realisasi impor daging dan jeroan baru 18 persen dari rekomendasi impor pemerintah hingga Juli 2020. Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberikan izin impor daging kepada importir. Syaratnya, mereka harus menjual daging sapi beku impor ke pasar tidak lebih dari Rp80 ribu per kilogram (kg).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan hal itu bertujuan agar harga daging menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri dapat terkendali. Pekan ini, Kemendag akan mengundang para importir untuk menawarkan opsi impor tersebut.

“Izin impor daging sapi beku hanya akan diberikan kepada importir yang menyanggupi harga jual Rp80 ribu per kg di luar itu kami tidak kasih izin,” Enggar di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (28/3).

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Enggar mengaku, telah meninjau harga daging sapi beku di Australia bisa diimpor dengan harga jual Rp80 ribu.

Jika tidak ada importir swasta yang mau melakukan impor dengan syarat tersebut, pemerintah akan mengimpor daging sapi melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Saya mau impor saja sendiri lewat Bulog kalau tidak ada yang berani dengan harga itu, tetapi saya yakin berani karena saya baru dari Australia dan saya tahu harga dan sumbernya dari mana,” tutur Enggar.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Industri Pangan Strategis Juan Permata Adoe mengatakan, stok sapi hidup untuk persiapan bulan Mei dan Juni sebanyak 130 ribu ekor.

Khusus untuk di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), pihaknya menyiapkan 90 ribu ekor sapi hidup. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan daging sapi jelang puasa dan lebaran tahun ini.

Kemudian, untuk kebutuhan daging secara keseluruhan menjelang lebaran, Ia berujar, dapat ditutup dengan daging kerbau impor asal India yang sebanyak 100 ribu ton.

“Kalau dari sisi daging stok sudah tertolong dari daging Kerbau dari India itu sudah ada izin dari Pak Mendag sebanyak 100 ribu ton, apabila itu dimasukan ke bulan-bulan depan sekitar 30 sampai 50 ribu ton itu sudah mencukupi untuk harga penutupan acuan sebesar Rp80 ribu,” katanya.

cnn

LEAVE A REPLY