Cegah Impor Garam Industri Masuk Indonesia

0
301

Nawacita.co – Himpunan Masyarakat Petambak garam jatim ( HPMG) mengadakan kegiatan sosilisasi semiloka serta rapat kordinasi dengan pimpinan para pelaku Petambak garam.
Dengan disperindag jatim.kementrian perikanan dan kelautan serta kementrian kemaritiman.

Kegiatan ini berlangsung di hotel elmi surabaya rabu 28/ 03 2018 siang,dan ikuti 10 kabupaten yang ada dijawa timur diantara sumenep, pamekasan, bangkalan, surabaya, tuban, lamongan pasuruan, probolinggo.

Turut hadir dalam kegiatan sosilisasi antara lain Dr.Ir Rizal Ramli ( ahli ekonomi dan politisi indonesia) Moh Hasan, SE, MSi, ( ketua HMPG Jatim), agus kusbandono ( Deputi pengembangan sumber daya alam) beserta Anggota HMPG serta para undangan.

Tujuanya diadakan kegiatan ini untuk mengembangkan harga pasar garam dalam negeri, terkait import garam dari luar negeri dengan adanya import garam akibatnya merusak harga pasar garam khususnya di jatim, Khususnya petambak di jatim.

20180328_111557

“ketua HMPG Jatim Mohammad Hasan mengatakan bahwa tujuan digelarnya semiloka adalah untuk mencari masukan  terhadap kelembagaan dan persoalan yang dialami anggota HMPG.

“Regulasi pemerintah dinilai masih belum berpihak pada petani dan kebijakan impor garam datanya tidak akurat dengan kebutuhan sehingga banyak merugikan petambak garam,” ujar Hasan.

Ia juga sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan Mengabaikan terhadap para kartel garam yang telah mempermainkan harga garam sehingga sangat merugikan Petambak garam.

“Pemain kartel garam yang kami ketahui itu diantaranya Susanti Mekan, Unicen, Sumatra co, Gerindo, Inti Star, Satindo, Cetam, Budiono Bangsa Madura dan satu lagi belum ditemukan,” pungkasnya.

Namun, Hasan khawatir, peraturan yang tidak ada ketentuan mengatur tentang keterlibatan pemerintah, khususnya ikut serta melakukan pengawasan impor garam industri memberi peluang bagi para perusahaan untuk bebas melakukan impor garam.

“Bisa jadi itu yang dipakai acuan pabrik dalam mengimpor garam industri. Tapi semestinya tidak bisa demikian, sebab kalau perusahaan bebas melakukan impor garam industri, maka peluang untuk merembes ke garam konsumsi besar,” katanya.( dny)

LEAVE A REPLY