Di Biagio: Beri Italia Waktu untuk Berkembang

0
426
Italia VS Argentina
Italia VS Argentina
WembleyNawacita – Italia belum kunjung mampu meraih kemenangan. Setelah kalah 0-2 dari Argentina, Sabtu (24/3/2018) dini hari WIB lalu, pada laga uji tanding kedua melawan Inggris yang digelar di Wembley, Rabu (28/3) dini hari WIB, Italia harus puas bermain imbang 1-1. Walau begitu, pelatih interim Luigi Di Biagio tetap merasa puas dan dirinya meminta agar Italia diberi waktu.
Pada laga melawan Inggris, Italia harus tertinggal lebih dulu lewat gol Jamie Vardy di babak pertama. Lalu, ketika pertandingan hampir usai, Video Assistant Referee (VAR) menghadiahi Itali tendangan penalti yang secara sempurna mampu dieksekusi Lorenzo Insigne.
Hasil imbang melawan Inggris itu, bagi Italia, memang ada plus-minusnya. Sisi positifnya, mereka tidak kalah dan akhirnya bisa mencetak gol setelah 374 menit. Sisi negatifnya, tentu saja, mereka gagal menang dan itu membuat mereka baru bisa menang sekali dari tujuh laga terakhir. Kemenangan yang dimaksud mereka raih pada laga Kualifikasi Piala Dunia menghadapi Albania.
Meski ada sisi positif dan negatif dari sana, Di Biagio lebih memilih untuk melihat sisi positifnya. Menurut pelatih berkepala plontos itu, Italia sudah tampil sesuai harapannya.
“Aku masih kecewa karena kami kalah pada hari Jumat (Sabtu dini hari, red). Kami berhak mendapat lebih dari sana dan aku akan sangat kecewa kalau kami kalah lagi hari ini karena kami sudah tampil cukup bagus,” kata Di Biagio selepas laga, seperti dikutip dari Reuters.
“Ini adalah 10 hari yang fantastis. Para pemain sudah memberikan segalanya dan aku berterima kasih atas komitmen mereka,” lanjutnya.
Di Biagio pun kemudian melayangkan pujian, khususnya terhadap para pemain muda Italia. Bagi mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) level U-20 dan U-21 itu, para pemain muda Italia punya kualitas mumpuni.
“Mereka tak seburuk yang dibilang orang dan mereka harus tahu itu. Mereka bisa berkembang dan berbuat lebih baik lagi ke depannya. Entah itu nanti akan mereka lakukan bersamaku atau tidak, itu tidak penting,” papar Di Biagio.
Di masa kepelatihannya yang baru seumur jagung ini, Di Biagio pun dihadapkan pada sebuah masalah pelik, yaitu sulitnya para pemain Italia untuk mencetak gol. Untuk itu, mantan pemain Roma dan Internazionale ini punya pandangan tersendiri.
“Orang bilang kami harus membangun ulang tim lewat pertahanan solid, tetapi kalau kami tidak mencoba meladeni permainan lawan secara terbuka, kami takkan berkembang,” jelasnya.
“Ini memang titik awal dari pembangunan ulang itu. Sangat disayangkan bahwa kami gagal mencetak lebih banyak gol, meski sebenarnya kami bisa membangun serangan dengan baik. Walau begitu, kalau ini terus kami matangkan, gol akan datang dengan sendirinya.”
“Ya, kami memang membuat banyak kesalahan hari ini, tetapi para pemain melakukan itu karena mereka melakukan apa yang kuminta. Itu, tentunya, lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali,” lanjut Di Biagio.
Adapun, Di Biagio bukanlah salah satu sosok yang benar-benar dijagokan untuk menjadi commisario tecnico baru Timnas Italia. Di depannya ada nama-nama yang lebih beken macam Carlo Ancelotti, Roberto Mancini, Claudio Ranieri, bahkan Antonio Conte.
Meski demikian, Di Biagio sekali lagi mengatakan bahwa dia tidak masalah apabila nantinya tidak terpilih. “Siapa pun nanti orangnya, yang jelas dia harus memberi kesempatan bagi para pemain muda ini untuk berkembang,” tegas Di Biagio.
FIGC selaku federasi sepak bola Italia sendiri bakal mengumumkan pelatih baru Timnas Italia pada 20 Mei 2018 mendatang.
kumparan

LEAVE A REPLY