Maret, Penyerapan Dana Alokasi Khusus Fisik Masih Nihil

0
224
Menteri Keungan Sri Mulyani
Menteri Keungan Sri Mulyani

Jakarta, Nawacita – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku hingga kini belum ada penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2018.

“Pada posisi Maret, penyerapan DAK fisik masih nol persen. Seharusnya pada Februari alokasinya sudah bisa mencapai 25 persen,” ujar Sri Mulyani di kantor wakil presiden Jakarta, Senin (26/3).

Dari hasil evaluasi DAK 2015 hingga 2017, kata dia, permasalahan penyerapan anggaran umumnya terjadi saat proses pelaporan dan pencairan. Akibatnya, di beberapa daerah penyerapan anggaran DAK hanya mencapai 62 persen pada 2015 dan 2016.

“Mereka harus mencapai output dan outcome serta penyerapan, sehingga akhirnya mereka tidak bisa menggunakan seluruhnya. Banyak juga DAK yang penyerapannya 62 persen saja dan yang paling tinggi 92 sampai 93 persen,” katanya.

Ke depan, pihaknya akan menyederhanakan proses pelaporan dari daerah ke pusat melalui sistem informasi. Jumlah laporannya pun akan disederhanakan menjadi lebih sedikit.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga memastikan akan tetap fokus mengalokasikan DAK untuk daerah tertinggal dan terluar pada 2019.

“Kami sedang menyusun sistem informasinya sehingga mereka tidak perlu melakukan repetisi,” ucap Sri Mulyani.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Indrajati mengatakan minimnya penyerapan anggaran itu lantaran dokumen kontrak yang belum siap karena proses lelang yang panjang.

“Itu yang membuat (penyerapan anggaran) sampai Maret masih nol persen. Kadang ada juga daerah yang enggak butuh tapi tetap dapat alokasi, atau yang butuh besar alokasinya kecil,” ucap Diah.

Oleh karena itu, lanjut Diah, pihaknya akan mengevaluasi dengan verifikasi usulan program dari daerah yang potensial untuk didanai DAK fisik. Dengan demikian, alokasi anggaran yang nantinya diterima bervariasi tergantung kebutuhan daerah masing-masing.

“Kami akan bahas untuk sinkronisasi apakah programnya mendukung prioritas nasional atau tidak. Mudah-mudahan nanti lebih fokus dan memang benar itu yang dibutuhkan daerah,” ucapnya.

cnnindonesia

LEAVE A REPLY