Efek Perang Dagang AS-China, Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas

0
280
foto by dok
foto by dok
Nawacita – Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut bergerak di kisaran Rp 13.780-Rp 13.772.
Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (26/3), dolar AS dibuka di Rp 13.780. Dolar AS terus turun dan menyentuh level terendahnya pagi ini di Rp 13.772. Hingga pukul 9.47 WIB, dolar AS bertengger di posisi Rp 13.774.
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyebutkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan dipengaruhi oleh selain dari keputusan The Fed dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan. Adapun eskalasi perang dagang antara AS dengan Tiongkok/China disinyalir akan memberikan efek pada terbatasnya penguatan rupiah terhadap dolar AS, sebab para pelaku pasar akan mengalihkan aset mereka ke instrumen safe haven seperti mata uang yen misalnya.
Sementara itu, adapun keputusan BI yang telah mempertahankan 7-day Reverse Repo Rate merupakan sebuah langkah antisipasi dalam rangka menjaga stabilitas rupiah di tengah kondisi perekonomian global yang belum kondusif.
Secara teknikal, pada daily chart masih terlihat pola white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya kemungkinan berlakunya bullish continuation bagi USDIDR. Dengan kata lain, rupiah masih berpeluang untuk menguat namun terbatas.
Range USDIDR hari Senin (26/3) ialah: Rp 13.770 hingga Rp 13.804.
kumparan

LEAVE A REPLY