Rini Kebut Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung

0
555
ilustrasi
ilustrasi
Bandung, Nawacita – Pemerintah terus menggeber proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Proyek yang dikerjakan sejak Januari 2016 ini ditargetkan rampung pada 2019.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung bisa dilanjutkan kembali pada April 2019. Selama ini pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung terkendala pembebasan lahan.
“Kami harap pembangunan (proyek KA Cepat Jakarta-Bandung) April ini kelihatannya mulai. Kalau tak dibantu jadi sulit. Alhamdulillah April ini bisa kita push dengan cepat,” kata Rini saat meninjau lokasi padat karya tunai di perkebunan Walini, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/3).
Dalam kegiatannya di perkebunan Walini, Rini juga berencana meninjau lokasi KA Cepat Jakarta-Bandung. Sebab, perkebunan ini merupakan salah satu bagian dari kawasan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung.
“Memang ada satu kenapa kita ada di Walini, ada pekerjaan besar yang berat prosesnya untuk bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” imbuhnya.
Ditemui di tempat yang sama, Plt Dirut Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto menuturkan, saat ini progres pekerjaan konstruksi untuk proyek KA Cepat Jakarta-Bandung ini sekitar 5%. Sementara untuk pembebasan lahannya dia klaim sudah mencapai 56,5%.
“Jadi bulan April seperti yang disampaikan bu Menteri ya full pekerjaan di semua lokasi, karena pengadaan lahan itu targetnya di push selesai April,” ujarnya.
Dwi menyebutkan, untuk proses pembangunan saat ini pihaknya masih menggunakan dana talangan dari ekuitas sebesar Rp 6,3 triliun. Sebab dana pinjaman dari China Development Bank (CDB) untuk pembangunan KA Cepet-Bandung belum juga cair.
Adapun pinjaman pemerintah ke China Development Bank (CDB) untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai USD 5,5 miliar atau setara Rp 73 triliun (kurs Rp 13.400).
kumparan

LEAVE A REPLY