Freeport Klaim Setor ke Kas Negara Rp10,2 Triliun Tahun Lalu

0
259
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku menyetor penerimaan negara sebesar US$756 juta atau sekitar Rp10,2 triliun (asumsi kurs Rp13.500 per dolar AS) sepanjang 2017. Setoran tersebut berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dividen, bea keluar, pajak penghasilan (PPh) badan, dan penerimaan lainnya.

“Dari 1992-2017, penerimaan negara dari PTFI mencapai US$17,3 miliar atau sekitar Rp235 triliun,” ujar Direktur Eksekutif merangkap Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Rabu (7/3).

Tony merinci realisasi pembayaran PNBP tahun lalu yang terdiri dari iuran produksi atau royalti, iuran tetap, dan PNBP lain mencapai US$151 juta atau sekitar Rp2 triliun. Secara akumulasi, sejak tahun 1992, PNBP yang telah dibayarkan perusahaan asal Amerika ini mencapai US$2,05 miliar atau sekitar Rp28 triliun.

Sejak Juli 2014, lanjut Tony, PTFI telah setuju meningkatkan tarif loyalti dan iuran tetap, sehingga menambah penerimaan negara dari PNBP sebesar US$172 juta.

“Total PNBP tahun 2018-2041 diperkirakan mencapai US$6 miliar,” ujar Tony.

Adapun pembayaran dividen PTFI tahun lalu mencapai US$135 juta. Sejak 1992, PTFI telah menyetor dividen hingga US$1,42 miliar.

Selanjutnya, Freeport tahun lalu juga membayar bea keluar atas ekspor konsentrat tembaga sebesar US$82 juta, PPh badan US$108 juta, dan penerimaan negara lainnya US$280 juta. Secara akumulasi, setoran Freeport sejak 1992 untuk masing-masing pos mencapai US$365 juta, US$9,71 miliar, dan US$3,77 miliar.

Hingga kini, proses negosiasi terkait skema divestasi 51 persen saham perusahaan kepada pemerintah masih berlangsung. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menargetkan, negosiasi tersebut bakal rampung paling lambat April 2018.

cnn

LEAVE A REPLY