DPR Sebut Pelemahan Rupiah Ancam APBN 2018

0
414
Willgo Zainar
Willgo Zainar

Jakarta, NawacitaAnggota Komisi XI DPR Willgo Zainar menilai, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa menjadi ancaman bagi APBN 2018.

Diketahui, pegerakan kurs mata uang Garuda terhadap US$ terus melemah hingga ke posisi Rp13.746 dari sebelumnya Rp13.741 per US$. “Memang kalau bicara APBN kurs nya dipatok Rp13.500 maka tentu kalau lebih mahal, katakan Rp13.700 pasti APBN kita akan defisit,” kata Wilgo di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Politisi Gerindra ini mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak bisa ditebak. Sebab, situasi ini dipengaruhi pasar global.

“Kalau rupiah memang kita kan tidak matok kurs atau peak rate itu amat sangat bergantung dengan volatile currency, mata uang global regional. Jadi, kapan stabil pada level mana sampai hari ini kan belum ada yang bisa memastikan itu,” kata dia.

Bukan hanya itu, defisit APBN juga dipengaruhi oleh utang dan impor. “Kalau, kita ada jatuh tempo bayar utang, kemudian juga kewajiban impor pasti kita akan defisit,” ujar Willgo.

Dengan begitu, dia meminta agar Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan bisa menjaga stabilitas rupiah dengan memantau prilaku pasar keuangan. Salah satunya, BI harus melakukan intervensi pasar secara terukur. “Agar kemudian rupiah kita kembali pada titik yang sesuai dalam APBN, yaitu Rp13.500,” kata Willgo.

inlh

LEAVE A REPLY