Nasdem sebut Kriteria Cawapres Jokowi Dibahas dengan Partai Pengusung

0
306

Jakarta, Nawacita Lima partai politik telah menyatakan mengusung Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2019. Kelima parpol tersebut yakni PDI Perjuangan, Golkar, PPP, Partai Nasdem, dan Hanura. Usai deklarasi oleh PDIP, beberapa kriteria cawapres yang akan mendampingi Jokowi mulai mencuat.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, sosok yang akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan dikomunikasikan bersama partai pengusung. Dengan demikian, ada kesepakatan sosok pasangan calon yang akan dideklarasikan.

“Agar bisa sama-sama memilih seseorang yang sesuai untuk Presiden,” kata Johnny saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dia mengatakan, setidaknya sosok pendamping Jokowi harus memenuhi empat karakteristik. Pertama, cawapres itu harus mempunyai kecocokan atau chemistry dengam mantan Wali Kota Surakarta itu.

Kedua, sosok cawapres harus paham mengenai visi dan misi Jokowi, sehingga dapat memberikan efek elektoral peningkatkan elektabilitas keduanya.

“Dan pertimbangan dalam rangka regenerasi politik. Semua faktor itu akan jadi pertimbangan yang mana yang dominan. Akan dibicarakan kombinasi mana yang paling cocok melalui putra atau putri terbaik Indonesia,” papar Johnny.

Tak hanya itu, dia mengharapkan ego parpol pengusung Jokowi menginginkan kadernya saja untuk diusung menjadi cawapres. Sebab hal terpenting yakni memenangkan kontestasi lima tahunan itu.

“Pengusung itu harus memenangkan kontestasi, jika nantinya menang harus menjalankan pemerintahan dengan baik,” pungkas Johnny.

“Agar bisa sama-sama memilih seseorang yang sesuai untuk Presiden,” kata Johnny saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dia mengatakan, setidaknya sosok pendamping Jokowi harus memenuhi empat karakteristik. Pertama, cawapres itu harus mempunyai kecocokan atau chemistry dengam mantan Wali Kota Surakarta itu.

Kedua, sosok cawapres harus paham mengenai visi dan misi Jokowi, sehingga dapat memberikan efek elektoral peningkatkan elektabilitas keduanya.

“Dan pertimbangan dalam rangka regenerasi politik. Semua faktor itu akan jadi pertimbangan yang mana yang dominan. Akan dibicarakan kombinasi mana yang paling cocok melalui putra atau putri terbaik Indonesia,” papar Johnny.

Tak hanya itu, dia mengharapkan ego parpol pengusung Jokowi menginginkan kadernya saja untuk diusung menjadi cawapres. Sebab hal terpenting yakni memenangkan kontestasi lima tahunan itu.

“Pengusung itu harus memenangkan kontestasi, jika nantinya menang harus menjalankan pemerintahan dengan baik,” pungkas Johnny.

Sebelumnya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP sempat menyinggung 3 kriteria calon wakil presiden untuk Joko Widodo atau Jokowi yang akan maju di Pilpres 2019.

Wakil Sekjen PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, salah satu kriteria tersebut adalah harus mempunyai chemistry atau cocok dengan Jokowi.

“Kedua menambah elektabilitas beliau tentunya di pemilu yang akan datang,” ucap Eriko di Sanur Bali, Minggu 25 Februari 2018.

Selain itu, masih ada kriteria ketiga, yakni pasangan yang maju bersama Jokowi menggambarkan NKRI. Artinya, kata Eriko, pasangan yang maju nanti menggambarkan keberagaman di Indonesia.

“Jadi ada 3 alasan kuat yang dibicarakan dalam rakernas ini. Baik secara formal maupun nonformal,” imbuh Eriko.

Namun, ia masih belum mau mengungkap siapa tokohnya yang cocok dengan tiga kriteria itu. Menurut Eriko, hal itu merupakan wewenang Jokowi dan Ketum PDIP Megawati.

“Serta harus dibicarakan dengan siapa nanti partai-partai yang mendukung beliau ke depannya,” jelas Eriko.

lpt6

LEAVE A REPLY