Jaksa Sebut Perkara Buni Yani Berbeda Dengan Ahok

0
431

Jakarta, NawacitaJaksa Sapto Subroto menilai putusan Buni Yani yang menjadi dasar Basuki T Purnama (Ahok) mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait kasus penodaan agama merupakan delik yang berbeda dengan perkara Ahok.

“Kalau perkara Buni Yani perkara terpidana dan berbeda dengan perkara Ahok, karena ada dua delik yang berbeda,” kata Sapto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Jaksa Sapto mengungkapkan putusan Buni Yani atas tindak pidana mengedit informasi elektronik / dokumen elektronik yang ancaman hukumannya diatur dalam UU Elektronik (ITE) dan Ahok divonis karena perkara penodaan agama.

Sementara itu menurut jaksa lainya, Ardito Muwardi, menyebutkan kasus Buni Yani terbukti karena melakukan tindak pidana mengunggah data elektronik yang bukan miliknya.

“Jadi tidak ada kaitannya karena yang satu soal perkara penodaan agama dan yang satu soal elektronik atau UU ITE,” kata Ardito

Selain itu, kata dia pembuktian di Buni Yanu sama sekali mengganggu pembuktian di perkara Ahok, dan begitu juga sebaliknya.

“Jadi kedua perkara antara Buni Yani dan Ahok tidak ada keterkaitanya, ” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, tim kuasa hukum Basuki T Purnama (Ahok) Fifi Lety Indra mengatakan alasan Basuki T Purnama (Ahok) mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) terkait kasus penistaan agama karena putusan terhadap Buni Yani.

“Misalnya kita tahu Pak Ahok langsung di tahan walaupun pernah menyatakan banding, tapi kalau kita lihat kasus lain tidak begitu ,” kata Fifi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Josefina Agatha Syukur menilai ada alasan Ahok mengajukan PK dengan dasar kasus Buni Yani.

“Dalam kasus Buni Yani kami memasukan hal tersebut sebagai dasar kami untuk menjadi salah satu alasan kehilafan hakim dan ada juga alasan mengenai putusan Buni Yani,” jelasnya.

inlh

LEAVE A REPLY