Fahri Hamzah Sebut Novel Cocok di Polri Ketimbang KPK

0
470
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah

Jakarta, Nawacita — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Polri menarik kembali Novel Baswedan untuk bertugas di Kepolisian. Hal itu menanggapi kepulangan Novel ke Indonesia pasca menjalani operasi mata di Singapura karena disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Menurutnya sosok Novel yang idealis lebih baik berada di Kepolisian ketimbang berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berkumpul dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat yang diklaim tidak jelas.

“Lebih bermanfaat orang idealis seperti Novel ini di Polri daripada di KPK kumpul bersama LSM-LSM tidak jelas,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, (22/2).

Fahri menuturkan Novel bisa menjabat sebagai staf ahli di bidang tindak pidana korupsi jika jadi ditarik oleh Polri. Nantinya, Polri hanya tinggal memperkenalkan kembali tata cara kerja kepolisian yang saat ini berjalan kepada Novel.

Novel berpangkat Komisaris sebelum memutuskan keluar dari Polri dan menjadi penyidik KPK.

Lebih lanjut, Fahri menilai kembalinya Novel ke Polri dilakukan untuk mengharmoniskan hubungan KPK dengan Polri yang beberapa tahun belakangan renggang.

Tak hanya itu, Fahri mengatakan kembalinya Novel ke Polri untuk mencegah adanya manuver politk yang memanfaatkan Novel sebagai alat kampanye politik.

“Dia Idealis. Dia lepas tapi dipegang sama orang-orang yang tidak benar. Panggil saja, tidak usah dipakai terus menerus untuk manuver politik. Gabung saja di Mabes Polri,” ujar Fahri.

Di sisi lain, Fahri juga kecewa dengan aksi yang digelar oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad dan sejumlah LSM di Gedung KPK. Aksi digelar untuk menyambut kembalinya Novel ke Gedung KPK dan keprihatinan atas belum tuntasnya kasus penyirmaan air keras ke wajah Novel.

Fahri menilai aksi tersebut telah membangun opini negatif terhadap Kepolisian dalam mengusut kasus penyirama air keras terhadap Novel.

“Kalau terus begini saling meniadakan, saling menjelekkan, saling meragukan. Itu tidak ada manfaatnya bagi kita dan itu merusak terus menerus persatuan kita,” ujarnya.

Setelah 10 bulan di Singapura, Novel pulang ke Indonesia, Kamis (22/2). Ia memutuskan pulang sejenak sebelum melanjutkan proses pemulihan mata kirinya di Singapura April 2018. Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017.

cnn

LEAVE A REPLY