Presiden Jokowi Gandeng Ulama Jaga Keutuhan Bangsa

0
333
Jokowi Presiden bersama para ulama di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Rabu (21/2/2018) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Jokowi Presiden bersama para ulama di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Rabu (21/2/2018) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Nawacita – Joko Widodo Presiden mengajak para ulama dan umat Islam di seluruh Tanah Air untuk bersama-sama pemerintah menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Rabu (21/2/2018) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Inilah tugas kita bersama, baik ulama, umaro, dan kita semuanya untuk menjaga agar negara kita tetap sejuk, aman, damai, tidak ada konflik-konflik sekecil apapun, sehingga pembangunan kesejahteraan, kemakmuran negara kita bisa terus ditingkatkan,” pesan Presiden.

Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah menjelang pesta demokrasi yang akan berlangsung di Tanah Air dalam waktu dekat.

“Jangan sampai karena Pilkada, persaudaraan kita, kerukunan kita, persatuan kita, ukhuwah kita menjadi retak. Biasanya kalau sudah masuk ke Pilkada ada saja yang manas-manasi, ngompor-ngompori, membuat kabar yang tidak benar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden berharap Rakernas kali ini yang mengusung tema ‘Memperkokoh Komitmen Islam Kebangsaan menuju Orde Nasional’, dapat menghasilkan pemikiran hebat dan gagasan nyata para ulama yang bermanfaat bagi pembangunan Indonesia.

“Sebagai umaroh saya berkepentingan untuk memperoleh saran, untuk memperoleh masukan-masukan, dan yang terutama untuk memperoleh doa dari para ulama yang hadir di acara ini,” kata Presiden

Presiden berharap silaturahmi pemerintah dengan para ulama dapat terus ditingkatkan, mengingat pentingnya peran ulama bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Presiden menilai ulama adalah penyalur suara dari masyarakat, suara dari rakyat, suara dari umat, suara dari santri, suara dari pondok pesantren-pondok pesantren di seluruh Tanah Air.

sbsy

LEAVE A REPLY