Bambang Haryo Sebut SDM Bulog Harus Dibenahi

0
260

Surabaya, Nawacita Bulog hanya bisa menyerap 2,3 juta ton beras sedangkan di luaran ada 40 juta ton lebih beras yang mampu disimpan oleh swasta. Sebagai stabilisator harga beras, anggota DPR RI, Komisi VI, Bambang Haryo Soekartono menilai bahwa Bulog telah gagal.

“Bulog harus dibenahi manajemennya termasuk SDM nya secara total. Masa sekelas Bulog tidak punya teknologi penyimpanan beras yang baik, sedangkan swasta punya,” kritik Bambang Haryo.

Bambang juga menilai ketidak-mampuan Bulog dalam menyerap dan mengumpulkan beras masyarakat membuat pemerintah pun mengambil kebijakan yang pahit yakni mengimpor beras dari negara lain.

“Kondisi ini semakin diperparah dengan temuan kami, yakni maraknya  maraknya kasus beras oplosan milik Bulog,” bebernya.

Dikatakan, Bulog merupakan andalan negara untuk menjaga pasokan, harga hingga jaminan pangan di tanah air. Namun kenyataannya peran vital ini tidak mampu dijalankan oleh Bulog. Dalam serap gabah saja, lanjut dia, yang jelas dibantu TNI, nyatanya juga gagal.

“Di tahun 2017, Bulog yang seharusnya bisa serap 5 juta ton, ternyata hanya mampu mencapai setengahnya saja. Kenyataan ini pula yang menjadi dasar pemerintah mengeluarkan kebijakan pahit bagi petani untuk impor beras. Jadi manajemen Bulog ini sudah amburadul dan tidak layak lagi dipertahankan. Bila tidak diganti, berarti di Kementerian BUMN ini ada apa-apanya sehingga harus juga ditindak tegas. Kalau perlu menterinya juga diganti,” katanya.

Ditambahkan Salah satu bukti bobroknya SDM Bulog adalah kasus pejabat Bulog Divre Bolaang Mongondow ditangkap karena mencoba menyuap aparat. Bulog yang bermasalah saat ini bukanlah institusinya tapi SDM-nya.

“Karena itu tidak ada pilihan lain, Presiden Jokowi harus ganti direksi Bulog. Ganti dengan direksi yang punya integritas tinggi dan kompetensi utamanya terhadap pangan,” tandasnya.

bj

LEAVE A REPLY