Jokowi Minta Warga Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

0
424
Antusias warga saat bertemu Presiden Joko Widodo.
Antusias warga saat bertemu Presiden Joko Widodo.

Dharmasraya, Nawacita – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan masyarakat di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat untuk berhati-hati mengagunkan sertifikat tanah ke bank. “Biasanya mau dipakai untuk jaminan bank atau agunan ke bank, tidak apa-apa. Tapi tolong sebelum ini dimasukkan ke bank, dihitung dahulu, dikalkulasi dulu, bisa mencicil bulanannya atau tidak,” katanya dalam sambutannya saat penyerahan sertifikat tanah di GOR Dharmasraya, Rabu, 7 Februari 2018.

Jokowi berharap masyarakat nantinya tidak menggunakan dana dari bank untuk hal-hal yang konsumtif, seperti membeli mobil baru. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengharapkan warga dapat memanfaatkan dana dari agunan sertifikat untuk modal kerja ataupun investasi.

Sebab, jika dana dari agunan bank hanya digunakan untuk membeli kendaraan baru secara konsumtif, maka dapat memperbesar potensi kehilangan sertifikat lahan karena ditarik oleh bank. “Kalau nanti ada untung sebulan untung Rp 10 juta Alhamdulillah ditabung. Kalau sebulan lagi untung Rp 10 juta ditabung, Alhamdulillah. Dapat Rp 5 juta lagi tabung, baru mau beli sepeda motor atau mobil silakan. Tapi dari keuntungan, bukan dari pinjaman,” kata Jokowi.

Dalam kunjungan ke Sumatera Barat ini, Presiden Jokowi juga bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga mendatangi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI/irigasi kecil) di Bahari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Jokowi saat itu menanyakan langsung berapa upah yang diperoleh.

Khusus untuk di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah mengalokasikan Rp 33 miliar untuk program irigasi kecil di 150 lokasi, sedangkan untuk peningkatkan irigasi Rp 40 miliar. Sebelumnya, program sejenis (irigasi kecil) dan juga dikunjungi Presiden Jokowi sebelumnya adalah Lampung Rp 33,5 miliar untuk 151 lokasi, Sumsel Rp 41 miliar (180 lokasi) dan Tasikmalaya, Jawa Barat Rp 159 miliar (711 lokasi).

Sementara itu, secara nasional, pada tahun ini dialokasikan Rp 1,2 triliun di 5.000 lokasi untuk irigasi kecil dan peningkatan irigasi Rp 1,7 triliun di 5.600 lokasi. “Jadi, total Rp 2,8 triliun di 10.200 lokasi seluruh Indonesia” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso saat mendampingi Presiden Jokowi.

tempo

LEAVE A REPLY