Rakor Upaya khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi Dan Kerbau Bunting ( UPSUS SIWAB) 2018

0
544

Nawacita.co – Dinas peternakan bekerja sama Dinas Pertanian provinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Koordinasi guna membahas tentang Percepatan Peningkatan Populasi sapi ( UPSUS SIWAB) acara ini diadakan di Hotel Mercure Surabaya (01/2/2018) Siang. turut hadir Pula.Kadis Peternakan Pemprov Jatim Drh. Wemmi Niamawati, MMA .dan Dr.Ir.RB. Fattah Jasin, MM dan dihadiri juga 250 Peserta  Kabupaten Sejatim

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Jawa Timur sebagai sentra pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) pada tahun 2017 dan dilanjutkan pada tahun 2018. Hal ini terlihat dari alokasi target Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) untuk Jawa Timur tahun 2017 sebanyak 1.365.138 akseptor atau 38% dari total target Inseminasi Buatan Nasional 4 juta akseptor. Demikian juga pada tahun 2018 Jawa Timur mendapat alokasi Inseminasi Buatan sebanyak 1.295.600 atau 43 % dari total target Inseminasi Buatan Nasional 3 juta akseptor atau naik 5% jika dibandingkan dengan target tahun 2017.

Kiranya sangat tepat jika Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menjadikan Provinsi Jawa Timur sebagai tumpuan pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di tingkat Nasional, mengingat Jawa Timur merupakan Provinsi Agribisnis yang memiliki potensi pertanian cukup besar dan merupakan lumbung pangan Nasional.

20180201_144252Kemudian Komoditi pangan yang berkembang baik di Jawa Timur adalah padi dengan produksi gabah kering giling 13,2 juta ton (17% kontribusi nasional), gula dengan produksi 1,2 juta ton (48% kontribusi nasional), dan daging sapi 102.932 ton (19% kontribusi nasional). Adanya Daya dukung tanaman padi dan tebu di wilayah Jawa Timur yang melimpah, menjadikan peluang tersendiri bagi peyediaan hijauan pakan ternak berbasis limbah pertanian untuk meningkatkan efisiensi budidaya ternak di Jawa Timur.

Adapun potensi sumber daya alam peternakan dan produksinya di Jawa Timur adalah sebagai berikut:
1. Ternak sapi potong jenis Peranakan Ongole (PO), Madura dan persilangan (Sapi Limosin, Simental, Brahman dan Anggus) pada tahun 2017 mencapai 4,6 juta ekor yang berkontribusi 28% terhadap populasi sapi nasional dengan produksi daging sapi mencapai 102.932 ton;

2. Ternak sapi perah jenis sapi peranakan Frisian Holstein (FH) sebanyak 275.675 ekor yang berkontribusi 51 % terhadap populasi nasional dengan produksi susu segar sebanyak 513.715 ton;

3. Ternak unggas (ayam petelur, pedaging dan kampung) sebanyak 290 juta ekor yang berkontribusi 37% terhadap populasi nasional dengan produksi telur 467.410 ton dan daging unggas 263.750 ton.

Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta jiwa adalah salah satu Provinsi yang memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi melebihi angka pertumbuhan Nasional. Hampir semua sektor mengalami pertumbuhan positif, pertambangan dan penggalian merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,18%.

Sementara lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan termasuk Peternakan didalamnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,35%. Secara khusus untuk sub sektor Peternakan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 3,11%.

Penyerapan tenaga kerja subsektor Peternakan pada tahun 2017 adalah 1.583.367 orang. Adapun Nilai Tukar Petani Peternak (NTP) mencapai 110,46 yang berarti petani mengalami surplus dalam usahanya, dimana pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya.
Pembangunan peternakan yang merupakan bagian dari pembangunan pertanian, memiliki arti penting bagi ketahanan pangan dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Fungsi protein hewani sangat menentukan dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, karena kandungan asam aminonya tidak dapat tergantikan oleh bahan makanan lainnya.

Pada saat ini Jawa Timur telah mampu mencukupi kebutuhan daging sapi dalam Provinsi. Kebutuhan daging sapi masyarakat Jawa Timur ± 92.000 ton sedangkan produksi mencapai 102.932 ton. Oleh karena itu Jawa Timur mengalami surplus daging sapi sebanyak 10.932 ton, selain itu Jawa Timur juga memasok sapi siap potong ke luar Provinsi yang merupakan bagian dari surplus ternak di Jawa Timur.

Dilain pihak secara umum Indonesia sampai saat ini masih mengalami defisit pasokan daging. Oleh karena itu peran serta Jawa Timur sebagai daerah penyangga kebutuhan daging sapi nasional harus tetap dipertahankan.

Penyebab terjadinya kesenjangan antara supply and demand daging sapi Nasional adalah kurangnya pasokan. Hal ini terlihat dari angka konsumsi perkapita daging sapi tahun 2015 mencapai 2,20 kg/ kapita/tahun atau setara dengan 550.000 ton. Sedangkan kemampuan produksi daging sapi dalam negeri hanya 406.000 ton, sehingga terdapat kekurangan supply daging sapi Nasional sebesar 144.000 ton atau setara dengan 847.000 ekor.

Demikian juga untuk tahun 2016, konsumsi perkapita daging sapi mencapai 2,61 kg/kapita/tahun, maka Indonesia membutuhkan daging sapi sebanyak 675.000 ton. Sedangkan kemampuan produksi daging sapi dalam negeri hanya sebesar 442.000 ton, sehingga terjadi defisit supply daging sapi sebesar 233.000 ton atau setara dengan 1,37 juta ekor sapi hidup.

Adanya ketidakseimbangan antara supply and demand inilah yang memicu terjadinya peningkatan harga jual daging di tingkat pasar. Oleh karena itu, maka upaya peningkatan populasi ternak sapi secara cepat sebagai upaya untuk menurunkan kesenjangan antara supply and demand harus menjadi prioritas utama.

Dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menginisiasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Program ini dimulai sejak tahun 2017 dan tetap dilanjutkan pada tahun 2018.

Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 mendapatkan target Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) sebanyak 1.365.138 akseptor dengan target kelahiran 1.050.000 ekor. Ini tentu sangat beralasan, karena dari total populasi sapi potong dan perah 4,6 juta ekor terdapat 1,6 juta sapi induk usia produktif yang siap menjadi target Inseminasi Buatan (Kawin Suntik).

Bersama ini juga kami laporkan bahwa dari target Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) sebanyak 1.365.138 akseptor telah terlaksana sebanyak 1.697.183 ekor atau 124,32%. Dengan Inseminasi Buatan program UPSUS SIWAB tahun 2017, maka pada tahun 2018 Jawa Timur akan mendapatkan revenue berupa pedet (anak sapi) umur 6 bulan s/d 1 tahun sebanyak 1.050.000 atau setara dengan 7,8 Triliun Rupiah. Nilai 7,8 Triliun Rupiah ini merupakan bagian dari nilai tambah yang akan diterima oleh peternak, sehingga dengan kegiatan UPSUS SIWAB ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan secara nyata akan menurunkan angka kemiskinan masyarakat.

Ke depan Jawa Timur juga akan mengambil peran untuk melakukan kegiatan budidaya ternak sapi potong dengan memanfaatkan lahan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan budidaya sapi potong tersebut akan melibatkan private sector, dalam hal ini adalah perusahan feedloter (penggemukan) yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai representatif pelaku usaha, perguruan tinggi selaku inovator dan masyarakat sekitar selaku mitra pelaku usaha.

Kegiatan ini dapat dipandang sebagai upaya mensinergikan “Empat Sekawan” (Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi dan Peternak) dalam membangun kemandirian dan kedaulatan peternak.

Senada dengan itu, pada saat pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Surabaya tanggal 21-22 November 2017, misi dagang antar daerah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan telah menyepakati upaya peningkatan populasi sapi melalui kerjasama budidaya ternak sapi antara kedua belah pihak. Kegiatan ini juga dapat dipandang sebagai langkah kongkrit dalam mewujudkan cita-cita swasembada protein hewani.

Beberapa Prestasi Jawa Timur untuk mendukung pembangunan adalah pada tahun 2014 dan 2017 Provinsi Jawa Timur mendapat penghargaan sebagai Provinsi Parasamya Purnakarya Nugraha yang merupakan penghargaan tertinggi dan prestisius dari Presiden RI di bidang Pemerintahan.

Disamping itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan Dhana Rakca Award Gold tahun 2017 sebagai juara satu di Tingkat Nasional dengan memenangkan enam kategori penghargaan kinerja terbaik dana insentif daerah terbesar tingkat Provinsi se-Indonesia.

Dalam rangka memberdayakan masyarakat pedesaan yang tertinggal yang notabene-nya adalah masyarakat petani peternak, maka APBD Jawa Timur tahun 2018 fokus pada pengentaskan kemiskinan, peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan nilai tambah agro dan maritim.
Kami merasa bangga atas sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta para pelaku pembangunan peternakan. Pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak. Apresiasi juga kami sampaikan kepada petugas lapangan sebagai ujung tombak pelaksanaan UPSUS SIWAB yakni Dokter Hewan, Sarjana Peternakan, Petugas Inseminator dan Petugas Pemeriksa Kebuntingan. Berkat kerja keras anda semua Jawa Timur mampu swasembada daging sapi pada khususnya dan protein hewani pada umumnya.

Mudah-mudahan dengan pertemuan yang melibatkan semua stake holder peternakan ini dapat menjadi penyemangat bagi semua pihak, utamanya Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk bekerja lebih keras lagi, sehingga pelaksanaan UPSUS SIWAB di Jawa Timur tahun 2018 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peternak Jawa Timur.

Demikian yang dapat saya sampaikan sekali lagi saya menyampaikan selamat atas penyelenggaraan Rapat Koordinasi ini, semoga kegiatan ini membawa manfaat. Dengan bacaan Bismillahirohmanirokhim secara resmi acara “Rapat Koordinasi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2018” saya nyatakan dibuka dan dimulai.

LEAVE A REPLY