Menko Maritim : BPPT Adalah Unsur Penting Dalam Memajukan Teknologi Demi Kemandirian Bangsa Indonesia

0
408

Jakarta,Nawacita.co –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan didaulat menjadi narasumber utama dalam pembukaan Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 2018, di Auditorium Utama Gedung BPPT II, Rabu (31/1).

Menko Luhut  dalam kata sambutannya menyatakan, peran BPPT harus lebih diperkuat dan wajib dilibatkan, utamanya dalam bidang teknologi dan pengembangan industri nasional, sehingga nantinya dapat memajukan teknologi dalam negeri untuk kemandirian bangsa Indonesia.

“Karena perkembangan teknologi ini begitu cepat dan sangat berpengaruh dalam kemajuan suatu bangsa, oleh karenanya peran BPPT ini harus lebih solid lagi, karena tidak ada satupun negara di dunia itu dapat maju tanpa perkembangan teknologinya,” ujarnya.

Menko Luhut menjelaskan, diantaranya BPPT akan dilibatkan dalam teknologi waste to energy, yaitu dengan pembuatan prototype teknologi pengumpul sampah guna diubah menjadi energi.

“Sekarang sedang kita upayakan Keppres nya dapat keluar segera, malam tadi kita sudah finalisasi mengenai angka-angka dan rumus formulanya. Sehingga dengan demikian waste to energy akan jalan, akan ada 10 kota, dan 15 tempat, BPPT dapat terlibat disana,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Menko Luhut, terkait proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek), BPPT akan dilibatkan dalam semua pekerjaan yang membutuhkan teknologi. Semisal untuk penerapan teknologi LRT tanpa pengemudi yang direncanakan menggunakan jasa beberapa konsultan asing, diantaranya Bombardier dari Kanada dan Hyundai dari Korea Selatan.

“Namun yang jelas, kita tidak mau lagi hanya jadi market dari teknologi luar. Bahwa memang kita dapat dari mereka dulu, lalu kita belajar kemudian kita sempurnakan, dan itu kita serahkan kepada BPPT” tegasnya.

Untuk teknologi guna meningkatkan produksi garam nasional, Menko Luhut juga menginginkan BPPT yang berperan.

“Kita libatkan BPPT dalam teknologi garam, karena saya ingin BPPT saja menerapkan teknologinya yang sekarang sedang dijalankan,” jelasnya .( dny)

 

 

 

LEAVE A REPLY