Komentar Polisi Soal Viralnya Suporter Sriwijaya FC yang Disiksa

0
387

Palembang, Nawacita – Curhatan terdakwa kasus pembunuhan suporter Sriwijaya FC, Rian Nopriansyah alias Ucok di medsos menjadi viral. Rian mengaku menjadi korban salah tangkap. Apa kata polisi?

Rian dihukum 8 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Palembang pada Kamis (25/1) lalu. Menanggapi hal itu, Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB menyatakan semua prosedur hukum sudah dilalui dan hakim menyatakan Rian bersalah.

“Secara penegakan hukum inikan sudah final, kecuali dia (Ucok) divonis bebas lain soal ya. Kalau seandainya saat itu ada kesalahan kan sudah dari awal ada hak dia untuk mengajukan praperadilan. Tetapi ini tidak mereka gunakan untuk mengajukan praperadilan,” kata Wahyu Bintono kepada detikcom, Rabu (31/1/2018).

Dengan demikian, Wahyu menyimpulkan proses hukum terhadap Ucok dan lima pelaku lainnya telah sesuai prosedur. Bahkan tudingan-tudingan Ucok tidak mempunyai kekuatan hukum, karena PN Palembang telah memutus Rian bersalah.

“Itu juga haknya seseorang untuk membuat testimoni, tapi secara penegakan hukum yang bersangkutan ini sudah melalui proses penyidikan penuntutan dan sudah vonis. Kalau dia mengaku tidak ada bersalah seharusnya dari awal mengajukan praperadilan, tapi termasuk lima pelaku lain ini tidak ada yang mengajukan,” papar Wahyu.

Selain itu, selama proses penyidikan, penyidik telah memiliki alat bukti kuat ditambah keterangan saksi-saksi. Termasuk adanya lima pelaku lain yang ikit dicekok polisi dalam kasus pembunuhan terhadap Muhammad Alfaridzi (17), pada 1 Juli sekitar Pukul 23.20 WIB di Jalan Nurdin Panji Palembang.

“Pelaku ini ada enam orang, lebih dari satu dan saksi-saksi menguatakan dan menerangkan ya prosesnya seperti itu. Kalau tidak terbukti secara pidana tidak mungkin ada vonis 8 tahun oleh Hakim,” ujar Wahyu menegaskan.

Curhatan ini viral di akun Facebook pribadi milik Rian yang dikelola adik kandungnya, Aldo Aprialdi. Rian sudah pernah menuliskan kisah serupa di kertas nasi bungkus saat masih menjalani proses hukum pada Agustus 2017 lalu.

Bantahan dan tudingan dituliskan Rian dari balik jeruji besi yang mengisahkan dirinya sebagai korban salah tangkap. Dia mengaku disiksa oleh polisi agar mau mengakui perbuatan yang tak dilakukannya, hingga akhirnya ditodong pistol yang siap menembus keningnya bila tak mengaku.

Dengan kondisi lemas, kepala tertutup dan terbayang wajah kedua anaknya, Ucok akhirnya mengakui perbuatan itu. Ucok digiring oleh polisi ke ruang tahanan Polresta Palembang berikut empat pelaku lain dan diminta untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP).

Adapun keenam pelaku yang telah divonis hakim menjadi terpidana yakni, Rian Nopriansyah (Ucok), Okta Verdianto, Aldo Ariawansyah, Sukarman, M Aldo Saputra dan Jeni Pratama. Ucok terpaksa ditembak polisi karena berusaha melawan saat dilakukan pengembangan.

dtk

LEAVE A REPLY