Wiranto Sinkronkan Kerja dengan Kepala BSSN Hadapi Serangan Siber

0
342
Menko Polhukam Wiranto
Menko Polhukam Wiranto

Jakarta, Nawacita Menko Polhukam Wiranto mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi, terkait penanganan siber.

Dia mengutarakan, sebelum BSSN dibentuk, tim ahli siber Polhukam terus melakukan pekerjaan dengan bekerja sama berbagai elemen, baik di bidang teknologi maupun hubungan bilateral.

“Kerja sama ke depan itu akan kita serahkan kepada BSSN dan ditindak lanjuti. Ada kesinambungan kerja sama luar negeri dan konsep,” ucap Wiranto di kantornya dalam pembahasan tertutup antarkeduanya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat 19 Januari 2018.

Dia menuturkan, tugas BSSN sangat berat tahun ini. Mereka harus bisa menanggulangi serangan siber yang jumlahnya hampir 2 juta setiap hari. Karena itu, penting meningkatkan sinergi dengan BIN, Polri, TNI serta beberapa lembaga keuangan.

“Fungsi BSSN melakukan satu sinergitas daripada siber di Indonesia. Apakah itu di BIN, di Polisi, atau di TNI. Di berbagai kegiatan, dinas badan keuangan. Semuanya punya sistem cyber dan semuanya payungnya ada di BSSN,” tandas Wiranto.

Anggaran Perangi Serangan Siber

Pertengahan Januari ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan membahas anggaran dengan DPR RI. Nantinya anggaran tersebut dipakai dalam penanganan maraknya serangan siber di dunia maya di Tanah Air.

“Ini yang akan kita ajukan nanti baru 16 Januari. Nanti kita akan diundang oleh DPR, oleh Komisi I,” kata Kepala BSSN Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi di Auditorium dr Roebiono Kertopati, Gedung A BSSN, Jalan Harsono RM Nomor 70, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat 5 Januari 2018.

Adapun nilai anggaran yang dibutuhkan BSSN, kata dia, nilainya bisa mencapai Rp 2 triliun.

“Ya, mungkin dua atau dua plus (Rp 2 triliun),” ucap mantan Kepala Lembaga Sandi Negara itu.

Walau hingga saat ini BSSN belum secara resmi memiliki anggaran sendiri, tapi lembaga pimpinan Djoko itu memiliki target, dunia siber Indonesia bisa aman pada 2019 mendatang. Terlebih, saat itu masuk masa Pilpres 2019.

Djoko juga menargetkan BSSN bekerja secara maksimal dan efektif pada tahun ini.

“Akhir tahun ini (bisa bekerja maksimal) jadi 2019 sudah benar-benar secure, satu tahun ini (bisa bekerja maksimal). Sedang kami susun (teknis kerjanya), ” kata Djoko.

lpt6

LEAVE A REPLY