Pasek Tuntut Hanura ‘Ambhara’ Minta Maaf Soal Tuduhan Penggelapan Uang

0
315

Jakarta,Nawacita.co  – Waketum Hanura ‘Manhattan’ Gede Pasek Suardika menuntut kubu ‘Ambhara’ minta maaf soal tuduhan penggelapan uang Rp 200 M. Ini terkait dengan tudingan uang partai yang dimasukkan ke OSO Securities.

“Terkait isu Rp 200 M, saya ingin sampaikan hati-hati menuduh kalau tidak punya bukti kuat karena dampaknya serius,” ujar Pasek dalam jumpa pers di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Menurutnya, Hanura ‘Manhattan’ masih memberi kesempatan kepada kubu ‘Ambhara’ untuk meminta maaf. Tudingan ini disampaikan oleh Ketua DPD Hanura Sumsel Mularis Djahri yang dipecat oleh Oesman Sapta Odang (OSO).

“Menuduh seseorang menggelapkan uang partai itu bukan masalah yang sederhana. Itu yang saya sampaikan ke yang bicara. Karena itu masih keluarga Hanura, saya masih beri kesempatan untuk minta maaf,” tuturnya.

Pasek juga menyatakan OSO pasti akan memaafkan apa yang dilakukan kubu ‘Ambhara’ selama mereka meminta maaf. Kubu ‘Ambhara’ memecat OSO dari kursi ketum dengan mosi tidak percaya.

“Kita ini tidak sedang berperang, hanya bersitegang. Kalau mau minta maaf Pak OSO saya rasa pemaaf. Ketua umum kami sedang mengajarkan kami bagaimana partai modern dengan dana terukur, itu mimpi beliau. Ini masih embrio,” sebut Pasek.

Senator asal Bali ini memastikan OSO juga bisa memaafkan apabila Sarifuddin Sudding Cs mau minta maaf kepada mereka. Sudding yang jadi motor Hanura ‘Ambhara’ dipecat oleh OSO sebagai Sekjen.

“Di dalam politik itu tidak ada kematian karir yang permanen. Kalau memang tersesat ya balik lagi, jangan tambah jauh. Kan tidak ada urusan gengsi-gensian, soal tafsir saja. Kalau kita berpolitik selalu ada rasa senang, rasa sedih macam-macam itu bergabung tapi tidak mesti ketika kecewa harus membakar lumbung begitu tapi bisa juga kita lakukan yang lain,” ungkapnya.

Kubu ‘Ambhara’ memecat OSO karena tidak suka dengan gaya kepemimpinannya sejak menjadi Ketum Hanura setahun lalu. Mereka yang tergabung di Hanura ‘Ambhara’ ini merupakan kader lama dan pendiri partai. Sementara Hanura ‘Manhattan’ merupakan loyalis OSO.

“Kalau ngomong kecewa saya juga kecewa kok karena tidak semua keinginan saya dikabulkan ketua umum, tapi kan nggak boleh begitu kita. Ya sudah kita pendem-pemdem dulu, tapi kita cari yang lainnya,” tukas Pasek.

Sebelumnya, Hanura kubu ‘Ambhara’ menuding OSO memasukkan dana parpol sekitar Rp 200 miliar ke rekening pribadi. Uang tersebut dimasukkan ke perusahaan OSO, OSO Securities, untuk diinvestasikan.

“Uang partai lebih-kurang Rp 200 M dipindahkan ke rekening pribadi OSO Sekuritas. Dana yang harusnya dimasukkan ke rekening partai sebesar Rp 200 miliar, dimasukkan ke rekening pribadi OSO Sekuritas,” ujar Ketua DPD Hanura Sumsel Mularis Djahri, saat acara munaslub

Kemudian Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana mengatakan uang yang dimasukkan ke OSO Securities itu terkait Pilkada 2018. Menurutnya, duit parpol yang dimasukkan ke OSO Securities itu gabungan mahar pilkada dari masing-masing calon. Mahar pilkada sendiri merupakan setoran duit calon kepala daerah demi mendapatkan rekomendasi partai.

“Ini yang jadi problem itu uang masuk dan kemudian disimpan di rekening perusahaan. Ini kan jadi masalah. Nyalon-nyalon juga harus bayar, ketua DPD nyalon harus bayar. Ya bervariasi. Minimal 1 kursi Rp 350 juta (untuk bupati) kan standar tuh, tapi ini kan lebih. Gubernur Rp 1,3 miliar, Rp 1,25 M,” papar Dadang dalam kesempatan yang sama. (dtk)

LEAVE A REPLY