Bu Nyai Nuriyah dan Khofifah Berdoa Bareng di Ciganjur

0
414
Dari kiri, Gatot Nurmantyo, Yenny Wahid, Khofifah Indar PArawansa dan Bu Nyai Hj Nuriyah Wahid (paling kanan) saat Haul Gus Dur di Ciganjur, Jumat (22/12).

Jakarta, Nawacita – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menunjukkan dirinya sebagai loyalis Gus Dur yang paling awet hingga saat ini. Hal itu tampak dengan kedekatan mantan MEnteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur ini saat peringatan Sewindu, Haul Gus Dur di Kediaman Jl Warung Silah No 10 Ciganjur, Jakarta Selatan Jumat malam (22/12).

Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemikiran-pemikiran Gus Dur tetap hidup
dalam keseharian dan melekat di hati rakyat kendati Bapak Bangsa itu telah sewindu telah tiada. “Banyak orang belajar dari Gus Dur. Mereka tidak hanya dari Indonesia,
namun berbagai belahan dunia turut belajar dari beliau tentang toleransi, pluralisme, cinta damai, dan selalu berpikiran inklusif atau terbuka,” kata Khofifah di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat malam.

Mensos mengatakan haul kali ini mengambil tema “Semua Demi Bangsa dan Negara.” Tema ini bermakna bahwa apa yang dipikirkan dan dilakukan Gus Dur merupakan sebuah bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Dur sangat menghargai perbedaan dan senantiasa mendorong masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai di tengah berbagai perbedaan. “Pemikiran itu adalah teladan yang bisa kita ambil dari beliau dan diterapkan saat ini di tengah kondisi bangsa yang menghadapi banyak tantangan dan persoalan,” ujar Khofifah yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN di era pemerintahan Gus Dur.

Dikatakan Khofifah, dalam pandangan Gus Dur bangsa Indonesia menjadi besar seperti sekarang karena keragaman atau kebinekaan yang dijaga dan ditempatkan sebagai potensi efektif bangsa.

Perbedaan itu ada dan menjadi bagian dari kekayaan kearifan bangsa. Suku, agama, warna kulit, tradisi, bahasa dan perbedaan pendapat satu kelompok dengan yang lain dapat berjalan secara harmoni. “Perjalanan sejarah bangsa mencatat bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan kita dapat hidup berdampingan secara damai. Itu yang pernah dipesankan beliau dalam berbagai kesempatan,” papar kandidat kuat calon gubernur Jawa Timur 2018 berpasangan dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak ini.

Sewindu Haul Gus Dur dihadiri sejumlah keluarga besar Gus Dur. Mulai dari sang istri, Hj Nuriyah Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid). Beberapa tokoh di antaranya Jenderal Gatot Nurmantyo, Mahfud MD, KH Mustofa Bisri dan Gurutta M Sanusi Baco yang didaulat menyampaikan tausiyah. Tampak juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. bdo

LEAVE A REPLY