Akibat Tingginya Intensitas Hujan Harga Sayuran Naik di Awal Pekan

0
317
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, Nawacita Tingginya intensitas hujan pada pekan lalu, menghambat proses panen beberapa sayuran. Akibatnya pasokan berkurang dan membuat harga meningkat.

Penjual sayuran di Pasar Mampang Prapatan, Sukartinem (68) mengatakan, intensitas hujan tinggi berdampak terhadap beberapa jenis sayuran sehingga tidak bisa berbuah. Kondisi ini membuat pasokan ke pasar menurun.

“Jadinya stok sedikit‎, seperti tomat musim hujan buahnya enggak jadi,” kata Sukartinem, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Sukartinem melanjutkan, selain membuat proses pembuahan tanaman sayuran terganggu, hujan juga menghambat proses panen oleh petani. Akibatnya,harga beberapa jenis sayuran menga‎lami kenaikan.

“‎Harga jadi naik. Karena musim hujan jadi nggak bisa memanen,”‎ ujar dia.

Adapun sayuran yang harganya naik antara lain cabai keriting dari Rp 20 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 40 ribu per kg, kacang panjang dari Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 15 ribu per kg, sawi putih dan hijau dari Rp 6 ribu per kg menja‎di Rp 10 ribu per kg.

Tomat dari Rp 8 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu, kol dari Rp 5 ribu per kg jadi Rp 8 ribu per kg, buncis dari Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 15 ribu per kg, wortel dari Rp 10 ribu per kg menjadi Rp 10 ribu per kg.

“Harga enggak menentu, bisa hari ini naik besok turun, tapi bisa hari ini normal besok naik,” tutur Sukartinem.

Harga Daun Ketumbar Tembus Rp 100 Ribu per Kg

Sebelumnya harga jual daun ketumbar terpantau melonjak hingga Rp 70 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 100 ribu per kg di Pasar Senen. Penyebabnya karena hujan, pasokan terganggu.

Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jaja (45) mengatakan, daun ketumbar dijual seharga Rp 100 ribu per kg dari sebelumnya Rp 25 ribu per kg. Artinya ada kenaikan Rp 75 ribu per kg.

“Daun ketumbar dari Rp 25 ribu menjadi Rp 100 ribu per kg karena hujan jadi kebanyakan pada busuk,” ujar Jaja saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Pria asal Bogor, Jawa Barat, itu mengaku, harga jual daun ketumbar pernah menyentuh Rp 120 ribu-Rp 150 ribu per kg akibat kelangkaan pasokan. “Pernah Rp 120 ribu-Rp 150 ribu per kg beberapa minggu ini, karena tidak ada barangnya,” tutur dia.

Meski harganya melambung, Jaja mengatakan, pelanggan rumah tangga, warung makan, sampai restoran tetap membeli daun ketumbar sebagai pelengkap masakan. “Restoran mau berapa pun harganya tetap beli, karena sudah kebutuhan,” kata dia.

Pedagang sayur mayur lainnya, Azis (38) asal Jawa Barat mengaku hal yang sama. “Harga daun ketumbar memang pernah Rp 100 ribu per kg, tapi sekarang sudah turun jadi Rp 80 ribu per kg. Itu karena pasokannya tidak ada akibat hujan,” ujar dia.

lpt6

LEAVE A REPLY