Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

0
286

Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa mengakui keberadaan Tuhan. Prinsip ini ditekankan dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Tujuan utama dari nilai ini adalah untuk menciptakan keselarasan antar rakyat yang mempunyai keyakinan agama yang berbeda, tetapi yang mengakui  keesaan, kekuasaan dan keadilan Tuhan. Hal itu disampaikan oleh Eddy Prabowo dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan, (15/11) di Musi Rawas.

“Ciri-ciri manusia seperti di atas adalah pencerahan, toleransi, berpandangan luas, menghormati dan mau bekerjasama antar agama. Contoh Penerapannya adalah kebebasan memeluk agama dan menjalankan agamanya tanpa intervensi  dari orang lain. Serta Dialog Antar umat beragama,” ujarnya

Politisi yang juga ketua komisi IV DPR RI ini menambahkan, Yang kedua, Prinsip Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berharap manusia untuk diperlakukan secara bermartabat sesuai dengan makhluk ciptaan Tuhan. Sehingga, orang Indonesia tidak memberi tekanan terhadap orang baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri secara fisik maupun spiritual. Ciri-ciri manusia seperti di atas  adalah kelurusan moral, penghormatan terhadap rakyat lain,komitmen untuk kebenaran dan keadilan, bermartabat dan kemanusiaan. Contoh : Tidak membeda-bedakan suku, ras dan golongan.

“Yang Ketiga, Prinsip Persatuan Indonesia mempromosikan tentang nasionalisme, cinta tanah air dan kebutuhan untuk selalu memelihara kesatuan negara dan mempromosikan integrasi nasional. Nasionalisme Pancasila sering disebut untuk mengesampingkan perasaan superiositas berdasarkan pada etnik (kedaerahan), keturunan atau warna kulit orang Indonesia,” ungkapnya

Yang Keempat, Prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menekankan bahwa demokrasi Pancasila yang terinspirasi dan menyatu  dengan prinsip lain Pancasila, berarti bahwa penggunaan hak demokrasi harus selalu berdampingan dengan nilai kemanusiaan, memelihara dan menguatkan kesatuan nasional dan berusaha untuk mewujudkan keadilan sosial. Tujuan utama dari keyakinan ini untuk mendirikan, menjaga dan meningkatkan kesepakatan demokrasi untuk pembangunan bangsa dan  negara. Perwujudannya dalam sistem pemerintahan yakni rakyat  mewakilkan kedaulatan meraka pada Dewan  Perakilan Rakyat yang mereka pilih. Kemudian Permusyawarahan dalam penyelesaian setiap masalah yang timbul.

“Yang kelima, Prinsip Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bertujuan pada pembagian kesejahteraan yang adil diantara manusia, Hal inid dilakukan  dengan dinamis dan progresif. Ini berarti semua sumber daya alam yang dimiliki negara dan potensi manusianya seharusnya digunakan untuk membawa kebahagian terbesar yang mungkin untuk seluruh rakyat. Keadilan Sosial mengandung makna perlindungan untuk yang lemah tetapi yang lemah harus bekerja sesuai dengan kemampuan mereka. Perlindungan diberikan untuk mencegah keberpihakan kepada yang kuat dan untuk meyakinkan akan keberadaan hukum. Tujuan utama dari prinsip ini adalah keselaran sosial dan keberadaan  yang diterima baik. Sebagai individu rakyat Indonesia percaya bahwa keadilan sosial dimulai dengan penghargaan mereka pada kerja keras untuk keadilan  sosial bagi yang lain,” pungkas politisi yang juga pimpinan badan sosialisasi ini. (fiq)

LEAVE A REPLY