Miryam Haryani Dituntut 8 Tahun Penjara Terkait Kasus Keterangan Palsu

0
329
Miryam S Haryani terdakwa kasus pemberi keterangan palsu pada persidangan,
Miryam S Haryani terdakwa kasus pemberi keterangan palsu pada persidangan,

Nawacita – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Miryam S Haryani pidana delapan tahun penjara serta denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan.

Jaksa menilai mantan anggota Komisi II DPR itu sengaja memberikan keterangan tidak benar waktu bersaksi pada sidang kasus korupsi proyek KTP Elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Tuntutan dibacakan Kresno Anto Wibowo Ketua Tim Jaksa yang menangani kasus itu, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017) malam.

Sebagai pertimbangan, jaksa menganggap perbuatan Miryam menghambat proses penegakan hukum oleh KPK, tidak menghormati lembaga peradilan, dan merusak nilai-nilai kejujuran.

Selain itu, jaksa meyakini kalau Miryam mendapat arahan dari pihak lain, sehingga mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Seperti diketahui, tanggal 5 April 2017, KPK menetapkan Miryam Haryani sebagai tersangka pemberi keterangan palsu pada persidangan perkara dugaan korupsi KTP Elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Dalam dua kali bersaksi di Pengadilan Tipikor, Miryam membantah semua keterangan yang tercatat dalam BAP, dengan alasan mendapat tekanan dari Penyidik KPK.

Padahal, sebelumnya dia memberikan keterangan detail soal penerimaan uang dari pihak Kementerian Dalam Negeri serta pihak swasta, yang kemudian dibagikan ke sejumlah anggota DPR periode 2009-2014.

Dan, keterangan Miryam dalam BAP itu juga sudah sinkron dengan keterangan saksi-saksi lain yang hadir di persidangan Irman dan Sugiharto.

ssby

LEAVE A REPLY