Golkar dan NasDem Harap Khofifah Gandeng Hasan Aminuddin

0
405

Surabaya, Nawacita – Dua partai pengusung Khofifah Indar Parawansa, yakni Partai Nasdem dan Partai Golkar berharap Mensos itu menggandeng Hasan Aminuddin sebagai wakilnya di pilgub Jatim 2018.

Banyak alasan realistis mengapa mantan Bupati Probolinggo dua periode itu layak menjadi pendamping Khofifah, jika ingin menang di pilgub Jatim tahun depan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW Partai NasDem Jatim Muzammil Syafii mengatakan, Hasan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI itu adalah figur politik senior yang memiliki basis riil di Jawa Timur, khususnya di wilayah Tapal Kuda dan Mataraman.

“Bahkan dia bisa disebut politisi tiga zaman, zaman orde baru, zaman reformasi dan zaman restorasi,” katanya kepasa wartawan, Senin (23/10/2017).

Karena eksis di politik dan pemerintahan di tiga zaman, kata Muzammil, sudah tentu kemampuannya tidak perlu diragukan dalam mengakomodasi kepentingan masyarakat. “Sebagai seorang kiai, nama Pak Hasan juga tidak asing di kalangan NU,” jelasnya.

Meskipun disebut tokoh yang lahir dari kultur Tapal Kuda dan Madura, bukan berarti mantan Ketua DPW PKB Jatim era Gus Dur itu tidak memiliki basis massa di wilayah mataraman.

“Istri Pak Hasan yang saat ini menjabat Bupati Probolinggo berasal dari Ponorogo dan dipastikan bisa mengakomodasi kepentingan politik wilayah mataraman,” tuturnya.

Sebetulnya menurut dia, almarhum KH Hasyim Muzadi sudah memasangkan Khofifah Indar Parawansa dengan Hasan Aminuddin di pilgub Jatim 2013. Tapi kemudian dianulir oleh PKB sebagai partai pengusung, sehari sebelum pendaftaran KPU Jatim ditutup. PKB akhirnya mengusung pasangan Khofifah-Herman S Sumawiredja.

“Jadi memasangkan Ibu Khofifah dan Pak Hasan merupakan amanah Almarhum KH Hasyim Muzadi,” ujar Muzammil.

Keinginan memasangkan Hasan Aminuddin dengan Khofifah juga dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) saat berkunjung ke Kraksaan, Probolinggo dalam peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017) kemarin.

Setnov mengatakan, Partai Golkar berharap wakil Khofifah adalah figur yang dekat dengan para ulama, seperti Hasan Aminuddin. “Saya berharap Khofifah menemukan wakilnya di Probolinggo ini,” kata Setnov.

Sementara itu, Lembaga Survei The Initiative Institute mencatat, pasangan dari santri-santri sangat diminati oleh warga Jatim di pilgub Jatim 2018. Hasil survei kepada 1.016 responden di 108 desa dan kelurahan di Jatim pada September lalu menyebut, latar belakang pasangan santri dan santri memiliki poin tertinggi dari aspek kepantasan dengan 63,3 persen.

Pasangan latar belakang santri-nasionalis mencatat poin 54,3 persen, sementara nasionalis-santri sebanyak  52 persen.

“Jika Khofifah memilih Hasan Aminuddin, maka panggung politik pilkada Jatim dipenuhi santri. Karena pasangan yang diusung PDIP dan PKB juga dari kalangan santri,” kata CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi.

Pasangan Khofifah sendiri saat ini masih digodok oleh tim 17 kiai dan dijadwalkan akan dirilis sebelum 15 November. Pertemuan terakhir di Surabaya beberapa waktu lalu, tim 17 masih menentukan kriteria yang wajib dipenuhi pendamping Khofifah yakni memiliki kapabilitas, integritas, bisa bekerjasama dengan cagub Khofifah, didukung oleh semua partai pengusung, dan terakhir bisa menjadi pendulang suara untuk pasangan yang diusung. Ada delapan nama masih digodok hinhha saat ini.

bj

LEAVE A REPLY