KPK Telusuri Penerima Jam Seharga Rp1,8 M Dari Marliem

0
377
Ketua KPK Agus Raharjo
Ketua KPK Agus Raharjo

Jakarta, Nawacita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menyusuri dugaan grarifikasi pemberian jam seharga Rp 1,8 miliar kepada pejabat di Indonesia.

Hal itu terkuak dari persidangan gugatan penerintah Minesotta terhadap saksi kunci e-KTP Johannes Marliem.

“Jam tangan itu infonya ada tiga, yang dua untuk Johanes Marliem sendiri, yang satu diberikan kepada seseorang. Itu yang masih kami teliti,” kata Ketua KPK Agus Raharjo disela-sela peresmian Rutan KPK, Jumat (6/10/2017).

Selain itu, KPK kata Agus, banyak mendapat informasi penting dari persidangan yang digelar di Amerika tersebut.

Dan diharapkan dapat membantu KPK dalam membongkar praktik korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP di Indonesia.

“Ditelnya masih kita teliti karena selain dari berita koran kami juga ada informasi langsung yang diberikan kepada KPK,” ungkapnya.

KPK sudah menggandengn FBI untuk mendapat data penunjang yang terkait dengan keterlibatan pejabat di Indonesia.

Agen khusus FBI, Jonathan Holden menyampaikan Johannes Marliem, saksi korupsi e-KTP pernah memberikan jam tangan Rp 1,8 miliar ke Ketua Parlemen Indonesia.

Ini terungkap dalam gugatan yang diajukan pemerintah federal Minesotta ke Johannes Marliem.

Pemerintah Minesotta juga berniat menyita aset Johannes Marliem sebesar USD 12 juta karena diduga itu didapatkan melalui skandal yang melibatkan pemerintah Indonesia.

Masih menurut Holden, Johannes Marliem juga mengakui telah memberikan sejumlah uang dan barang lainnya pada sejumlah pejabat di Indonesia atas lelang e-KTP baik secara langsung maupun melalui perantara. Informasi itu didapatkan saat Johannes Marliem diperiksa pada Agustus 2017.

inlh

LEAVE A REPLY