Cak Imin Sebut Lahan Pertanian Berubah Jadi Kantung Kemiskinan

0
595
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Nawacita – Muhaimin Iskandar (Cak Imin) Ketua Dewan Pembina Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan (Gerbang Tani) melontarkan pesan terkait nasib petani kepada pemerintah.

“Pemerintah harus melihat nasib petani dengan hati dan pikiran jernih. Jangan dengan setengah hati. Sebab petani sekarang nasibnya tidak menjadi semakin baik, tapi semakin jauh dari harapan para petani itu sendiri,” katanya pada sarasehan menyoal nasib petani di era pemerintahan Jokowi, di Graha Gusdur DPP PKB Jakarta, Selasa (26/9/2017) malam.

Pandangan Muhaimin, penderitaan petani muncul sejak pra tanam sampai musim panen.

Saat tanam, petani kesulitan mempetoleh benih unggul dan pupuk yang cukup. Kalau ada, petani harus membelinya dengan harga yang mahal.

Di musim panen, harapan petani untuk mendapat untung, malah buntung. Harga produk pertanian turun, karena harga dikendalikan oleh tengkulak.

Uang yang diperoleh di musim panen, tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani saat pra tanam dan biaya perawatan.

Akibatnya banyak petani yang menjual sawah atau pindah ke kota besar, menjadi kuli bangunan, kata Muhaimin.

Pertanian yang seharusnya mensejahterakan petani, sekarang berbalik menjadi kantong kantong kemisikinan. “Ironis,” kata Ketua Dewan Gerbang Tani.

Potret nasib petani yang demakim buram ini mengakibatkan generasi muda di desa tidak tertarik pada sektor pertani. Mereka banyak yang memilih sebagai buruh pabrik, daripada menjadi petani.

Kalau ini dibiarkan, bukan hanya petani, negarapun akan menanggung akibatnya. Muhaimin mengkhawatirkan daerah pertanian akan menjadi lahan kemiskinan.

Kartika, Wakil Bupati Lamongan, yang menjadi salah satu peserta sarasehan, mengakui sinyalemen tentang nasib petani yang dilontarkan Ketum PKB. Pemetintah harus hadir membantu petani dari hulu sampai hilir.

ssby

LEAVE A REPLY