Bangun Pabrik di Lahan 20 Ha, PT Binusindo Energi Incar Pasar Australia

0
1310
Fabby Banase (dua dari kiri) saat PErs Conference di Aston Kupang, Minggu (27/8).

Kupang, Nawacita – Kebutuhan energi terbarukan di seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin terjamin atas hadirnya PT. Binusindo Energi Indonesia. Binusindo merupakan Perusahan pertama di NTT, bahkan Indonesia Bagian Timur, yang bergerak di bidang Energi. Perusahaan ini akan dibangun di kawasan Industri Bolok, Kupang-NTT atau 20 KM arah Barat Kota Kupang, dengan luas areal mencapai 20 Ha lebih.

Fabianus Bessie Banase, SE  Presiden Direktur PT Binusindo Indonesia mengatakan, pembangunan Industri di bidang energi ini, sejalan dengan kebutuhan akan energi secara Nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya dan mendukung program-program pemerintah. “Kami akan menjadi mitra yang baik untuk pembangunan Tol laut, persamaan harga-harga dan ketahannan enegi nasional, serta semangat NTT turut serta berpartisipasi secara aktif membangun Negara Indonesia atau yang selalu didengungkan Gubernur NTT, Bangun Indonesia mulai dari NTT,” papar pengusaha muda yang akrab disapa Fabby ini, saat konferensi Pers jelang ground Breaking di Hotel Aston, Kupang, NTT, Minggu (27/8/2017).

IMG_0195Selain itu, lanjut Fabby, Binusindo juga akan menjadi bagian dalam meningkatkan perekonomian, serta mengantisipasi Pertumbuhan Industri Pariwisata. Apalagi NTT saat ini menjadi destinasi baru dengan ditetapkan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia baru.

“Atas kebutuhan dan partisipasi ingin membangun bangsa inilah, maka PT. Binusindo Energi Indonesia dengan Proyek KOST (Kupang Oil Storage Terminal) berencana membangun Kawasan Industri Bolok dengan Bisnis Utama adalah Tank Storage Bisnis, diikuti dengan pembangunan IPP Power Plant, Pabrik N2 dan O2 Gas, Penyediaan Air Bersih sebagai Utilisasi Kawasan Industri,” tegas Alumni Lemhanas RI Angkatan IV ini.

Dalam kawasan pabrik Industri yang ini, Binusindo akan merencanakan pengolahan dan Pendistribusian Gas alam atau Gas Bumi melalui teknologi CNG (Compressed Natural Gas dan LNG (Liquid Natural Gas) dapat dipergunakan sebagai Bahan bakar alternatif pengganti BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk Industri Kecil menengah dan Industri besar.  “Bahan bakar itu nanti  dapat dikonversikan dari BBM ke BBG Bahan bakar gas Alam melalui teknologi Kompresi dan teknologi Regasifikasi LNG,” paparnya.

Beberapa Energi Terbarukan yang akan dikelola itu antara lain untuk menampung limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di seluruh NTT. Limbah B3 ini baik dari darat maupun laut, melalui kapal-kapal, untuk dimanfaatkan kembali yang masih bisa diolah menjadi Base Oil atau Solar (Mini Refinery).

Sejauh ini PT. Binusindo Energri telah bekerja sama dengan beberapa Pihak yang mempunyai visi dan misi yang sama, serta berkomitmen membangun NTT. Sementara Pemerintah Propinsi NTT sendiri sangat mendukung dengan pembangunan Kupang Oil Storage Terminal, terbukti dengan diberikan izin penggunaan lahan serta memberikan izin-izin terkait, yang mengacu UU yang ada.

Fabby menyakini, kawasan industri ini akan banyak menyerap tenaga kerja cukup besar.  nantinya para pekerja diutamakan dari Putra Daerah, dan Program Alih Teknologi, sehingga kedepan benar-benar Putra Daerah yang mengoperasikan Tanki terminal serta utilisasi yang tersedia. “Proyeksi kami, akan ada penyerapan tenaga kerja hingga 2000 orang,” urai pengurus BPD HIPMI NTT ini.

Selain itu, untuk market placet dari PT Binusindo Energi Indonesia ini diperkirakan tidak hanya di NTT saja. Fabby optimis,  sebagian besar di Kawasan Indonesia Bagian Timur, serta memungkinkan melebar ke Negara Tetangga Timor Leste dan juga Australia juga akan menjadi pasar yang sangat terbuka. “Kami targetkan Penyelesaian pembangunan kurang lebih 2 tahun , dengan kapasitas terminal atau produksinya nanti mencapi 500.000 KL hingga 1.200.000 KL,” pungkasnya. aya/bdo

nawacita Binusindo

LEAVE A REPLY