KPAI Prihatin Ketika Anak Sekolah Teriak Bunuh

0
344
viral di media sosial video berdurasi 1:03 menit yang mempertontonkan sejumlah anak-anak mengenakan baju koko, sarung, dan kopiah, menggelar aksi demonstrasi di ruangan terbuka menolak kebijakan Fullday School.
viral di media sosial video berdurasi 1:03 menit yang mempertontonkan sejumlah anak-anak mengenakan baju koko, sarung, dan kopiah, menggelar aksi demonstrasi di ruangan terbuka menolak kebijakan Fullday School.

Jakarta, NawacitaKeputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah (Fullday School) menuai berbagai aksi penolakan.

Terakhir viral di media sosial video berdurasi 1:03 menit yang mempertontonkan sejumlah anak-anak mengenakan baju koko, sarung, dan kopiah, menggelar aksi demonstrasi di ruangan terbuka menolak kebijakan Fullday School. Adapun aksi anak-anak itu dapat dilihat dalam cuplikan videonya di sini,

Tak hanya demikian, namun kelompok anak-anak itu terlihat membentangkan spanduk dan meneriakkan takbir, disertai ucapan “bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga.”

Aksi itu kemudian ditanggapi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga ini menyayangkan aksi melibatkan anak-anak bahkan mengucapkan kata tidak sepatutnya yakni “bunuh.”

“Masih ada cara lain yang lebih efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan,” kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty, Senin (14/8/2017).

Ucapan kasar seperti dalam cuplikan video tersebut dinilai berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya, membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun dan bertentangan dengan tata aturan perundang-undangan.

“KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. KPAI prihatin adanya pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu,” terangnya.

inilh.

LEAVE A REPLY