Banyuwangi Paling Siap Jika Jadwal Sekolah 5 Hari

0
493

Banyuwangi, NawacitaRencana pengaturan masa belajar lima hari di sekolah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, disambut baik oleh kalangan pendidikan di Banyuwangi. Meski saat Surat Keputusan (SK) Menteri belum diturunkan, namun anstisipasi, persiapan dan solusi di sekolah sudah mulai dilakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihiyono mengatakan, setiap sekolah tidak boleh menolak jika jadwal sekolah 5 hari ini benar diberlakukan. Hingga kini, pihaknya telah mencoba untuk solutif, yakni melakukan penataan jadwal materi ajar dan kurikulum, hingga penyiapan sarana di sekolah. Sehingga dengan waktu 5 hari sekolah tidak hanya untuk mengulur waktu, tapi juga membuat anak lebih produktif.

“Memang ada beberapa sekolah yang kelabakan, karena yang jelas harus mentiapkan tempat sholat, sarana wudlu, tempat kantin, kalau nanti nggak pulang makanya beberapa sekolah sudah menyiapkan diri. Termasuk juga materi, otomatis dengan sebelumnya 6 hari sehingga ditata untuk materi selama 5 hari,” terang Kadispendik Sulihtiyono, Rabu (14/6/2017).

Pengatuaran kurikulum dan materi, kata Sulih, ini sangat perlu dipersiapkan. Karena menuntut minat maupun strategi pembelajaran dalam sekolah.

“Seperti kalau pagi itu masih fresh, anak-anak bisa diberi materi agak berat Matematika, Bahasa Inggris. Tapi kalau sudah sore bisa diberi materi yang ringan seperti IPA, apa IPS, Sejarah,” katanya.

Nantinya, kata Sulih, pemberlakuan sekolah 5 hari ini akan menyasar seluruh tingkatan sekolah di Banyuwangi. Mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTS), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah, baik swasta maupun negeri.

“Tapi kita masih wait and see, karena SK Menteri kan belum turun. Tapi langkah kita sudah mengantisipasi ini. Sehingga kami berharap nantinya dengan sekolah 5 hari dan libur 2 hari, Sabtu Minggu anak bisa kumpul keluarga, dan anak-anak tidak lagi merasa fill stressing di rumah,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Sulih, belum ada suara dari sekolah yang menyatakan keberatan mengenai rencana pemberlakuan sekolah 5 hari ini. Meskipun demikian, pihaknya mengambil cara bijak untuk memberlakukan jam ekstra pada sekolah-sekolah tertentu.

“Misal di SMK itu bisa diberi waktu ekstra. Tapi kan nggak semua sekolah membutuhkan waktu 6 hari, sehingga jika ada praktek-praktek itu bisa hari Sabtunya ditambah,” pungkasnya.

Sumber: berita jatim

LEAVE A REPLY