Travel Umroh Diuntungkan Kunjungan Raja Salman

0
456
Wakil Ketua DPD Amphuri Jawa Timur H Fauzi Mahendra selfie bersama Raja Salman dan Ketua DPR RI Setya Novanto. (ist)

JAKARTA, Nawacita – Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud selama 1-9 Maret mendatangkan keuntungan bagi para pengusaha Travel Umroh dan Haji. Karena selain meningkatkan hubungan kedua negara juga turut meningkatkan bisnis khususnya di bidang penyelenggaraan umrah dan Haji.

H Fauzi Mahendra, Wakil Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggaran Haji dan Umroh Jawa Timur mengatakan, kedatangan Raja Salman tentu memiliki maksud dan tujuan yang menjadi harapan masyarakat Indonesia. “Setidaknya hubungan antarnegara sahabat ini semakin erat, tidak hanya pada dimensi ekonomi, namun sosial dan budaya juga,” kata Fauzi yang ikut hadir dalam pertemuan Raja Salman dengan DPR RI di Senayan, Jakarta (2/3/2017).

Terkait dengan kunjungan Raja Salman itu, dia mengatakan, ada tiga harapan yang disampaikan. Pertama, atas nama Amphuri mengucapkan banyak terima kasih atas kembalinya kuota dasar haji Indonesia. “Bertambahnya kuota Haji ini disambut luar biasa oleh seluruh anggota Amphuri di seluruh Indonesia,” ucap Fauzi.

Menurutnya, dengan ditambahnya kuota Haji, tentu sangat membantu para penyelenggara travel Haji dan Umroh. Tidak itu saja, jamaah di Indonesia juga sangat terbantu karena semakin mudah untuk bisa beribadah di Arab Saudi. “Antrian haji tentu akan lebih cepat berangkat, tidak terlalu lama lagi,” ujar pengusaha muda ini.

Dengan demikian, kata Fauzi, permintaan jamaah untuk ke Arab Saudi baik itu umroh atau haji khusus tentu akan meningkat. “Begitu juga bagi KBIH haji regular juga meningkat, kedatangan raja Salman ini sungguh membawa manfaat luar biasa besar bagi kami,” paparnya.

Amphuri juga mendukung segera terealisasinya secara bertahab kenaikan kuota haji sampai dengan 100 persen. “Kalau bisa sampai 100 persen kenaikan kuota, ini tentu angina segar bagi warga Negara Indonesia dan tentu juga bagi kami pengusaha travel umroh haji,” imbuh pengurus HIPMI Jatim ini.

Menurut perkiraan-perkiraan Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 255 juta penduduk pada 2016. Jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17 persen maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 ((255.000.000 x 87,17 persen) x 1/1.000)). Angka 222.284 menjadi kuota dasar haji Indonesia tahun 2016. “Jadi ada penambahan kuota 27.716 dari kuota penyesuaian 222.284. Hingga totalnya menjadi 250 ribu pada tahun ini,” urainya.

Amphuri juga mengharapkan agar biaya visa bagi jamaah umrah dapat digratiskan. “Karena tidak semua jamaah umrah masuk dalam kategori sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan,” pungkas Fauzi. rko

 

LEAVE A REPLY