Presiden Inginkan WNA Pimpin Perusahaan Pelat Merah

0
869

JAKARTA,NAWACITA: Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menegaskan, para pimpinan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMN dapat terus maju dan berkembang secara optimal.

Bahkan, dia menginginkan agar perusahaan pelat merah bisa dipimpin oleh Warga Negara Asing (WNA). WNA itu diyakini akan membuat kinerja perusahaan negara akan menjadi lebih optimal

“Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu,” katanya  Selasa (3/1/2017).

Presiden menyatakan, Indonesia perlu belajar dari kemajuan perusahaan-perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA), yang menerapkan langkah serupa.

Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan BUMN di negara itu pada awalnya dipimpin oleh banyak orang Eropa. Fenomena ini tak lepas dari fakta yang menunjukkan bahwa orang Eropa sudah lama memahami dan menguasai dunia bisnis secara modern.

Namun sejak 1975, secara bertahap CEO perusahaan-perusahaan itu dipegang oleh orang-orang UEA yang belajar dari orang-orang asing tersebut atau yang telah belajar di luar negeri, sehingga kemudian perusahaan-perusahaan milik negara mengalami kemajuan pesat.

“Saya mendapatkan penjelasan ini secara langsung dari Syeikh Muhammad di Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pola yang sama juga diterapkan di Singapura, bahkan sekolah-sekolah di negara itu pada awalnya dipimpin oleh orang-orang asing, sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

“Jadi, intinya, bisa saja orang-orang bule untuk sementara memimpin dan mengelola beberapa perusahaan BUMN agar perusahaan-perusahan itu mengalami kemajuan secara pesat, tapi kepemilikannya tetap. Perusahaan-perusahaan BUMN harus tetap milik negara,” jelas dia.

Kendati demikian Presiden Jokowi memuji kemajuan yang dicapai oleh perusahaan-perusahaan BUMN secara umum serta mendukung terwujudnya beberapa penggabungan usaha (holding) BUMN, sebab holding menjadi kunci untuk menjadikan BUMN lebih kuat dan lincah.

SUMBER : METRONEWS

LEAVE A REPLY