Wayang Kulit Lanjutan Resolusi Jihad NU

0
451
Dari kanan, Pendiri YKN Sigid Haryo Wibisono, Bramono, Yusuf Husni dan Edy Junaedi Ketua Umum YKN di Posko Jl Imam Bonjol Surabaya, kemarin (22/9).

SURABAYA, NAWACITA – Pagelaran wayang kulit yang digelar Yayasan Kalimasadha Nusantara yang bakal di gelar di GOR Sidoarjo 24 September 2016 ternyata didasari dari peringatan 70 tahun resolusi jihad NU 2015 lali di Sukorejo Situbondo, Jawa Timur. Saat itu, disepakati untuk merajut kembali kepentingan kebangsaan tanpa membeda-bedakan kelompok atau golongan.

Sigid Haryo Wibisono, Pendiri Yayasan Kalimasadha Nusantara mengatakan sudah sejak lama ingin menggelar wayangan ini. Bahkan ide ini sempat akan digelar saat peringatan HUT RI 17 Agustus 2016 lalu. “Tapi kemudian mundur-mundur baru sekarang bini bisa terwujud. Padahal ide awalnya untuk menindaklanjuti peringatan resolusi jihad NU di Sukorejo (Bondowoso) yang dihadiri Panglima TNI (Gatot Nurmantyo),” jelas Sigid di Posko YKN Jatim Jl Imam Bonjol Surabaya, (22/9/2016).

Untuk diketahui, YKN akan menggelar Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Semar Mbabar Jati Diri tanggal 24 September 2016di Parkir Timur GOR Sidoarjo.

“Dipilihnya lakon Semar Mbabar jati diri ini agar orang jangan banyak suudzon dan curiga. Orang mau melakukan apapun selalu dicurigai, sehingga hidup tidak tenang. Nah dengan wayang kulit ini, kita bisa melihat jati diri kita agar selalu suudzon,” ujar Sigid.

Berangkat dari niat itulah YKN menggelar wayang Kulit di Jawa Timur. Kata Sigid, Ini sebenarnya ikhtiar anak bangsa. Anak bangsa harus bermimpi untuk kehidupan lebih baik dari sekarang. “Dulu awalnya resolusi jihad di pondok Sukorejo. Kita tindak lanjuti dengan wayang kulit ini agar niat untuk merajut kebangsaan semakin bisa terwujud,” terangnya.

Sigid mengaku sebagai orang jawa, sehingga pas bila mengangkat budaya dengan wayang kulit sambil melakukan diskusi bersama para tokoh-tokoh bangsa. “Wayamg itu kan syiar penyebaran agama islam dari jaman sunan kalijaga. Agar mudah dicerna dalam menyampaikan falsafah hidup,” tambah Sigid.

Nah dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dalam wayang kulit ini, mulai MenkoPolhukam Wiranto dan Amien Rais, JKN berharap bisa titip saran kepada pemerintah agar tetap berpihak pada rakyat.

“Sorotan kita soal pemilikan asing seperti di perbankan sejak jaman SBY. Untuk mengembalikan jati diri bangaa Butuh persatuan dan kesatuan kita bersama untuk bangkit,” pungkasnya.
SUMBER : SURABAYAPAGI.Com

LEAVE A REPLY