Cerita Alice soal Fotonya yang Dikaitkan dengan Dugaan Penganiayaan oleh Krishna Murti

0
650
Alice Wara ketika diwawancarai oleh media terkait isu dugaan penganiayaan oleh Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti, di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2016).

JAKARTA, NAWACITA – Seorang perempuan bernama Alice Wara angkat bicara soal isu dugaan penganiayaan yang menerpa Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti.

Alice adalah salah satu perempuan yang fotonya disebarkan di media sosial dan dikaitkan dengan penganiayaan.

Ditemui wartawan di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu malam (18/9/2016). Alice yang mengenakan kaos, jaket kulit, dan topi, menunjukkan wajahnya yang mulus tanpa luka apapun. Jauh berbeda dari fotonya yang beredar dengan wajah diperban.

“Itu memang foto saya, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan penganiayaan,” kata Alice.

Alice menjelaskan bahwa foto dirinya yang terluka itu diambil tahun lalu ketika ia mengalami kecelakaan motor. Foto itu lantas diunggahnya ke akun Facebook-nya dan dapat dilihat oleh siapapun.

Satu foto lagi yang menunjukkan wajahnya yang lebam tengah menggendong anaknya juga diambil dari Facebook-nya. Alice mengaku luka itu diterimanya setelah ia latihan bela diri. Sayangnya, Alice kini telah menghapus seluruh akun media sosialnya.

Akun Facebook itu juga menjadi awal perkenalannya dengan Kombes Krishna Murti. Setahun lalu, Alice mengirimkan pesan ke Facebook Krishna berisi permintaan tolong karena Alice merasa tengah diteror oleh orang misterius.

Krishna yang kala itu menjabat Dirkrimum Polda Metro Jaya pun membalas pesan itu dengan memberikan nomor ponselnya dan meminta Alice datang ke kantornya.

“Saya sulit percaya sama orang, dan saya tahu beliau polisi yang saya bisa percaya . Waktu saya ke kantor, cerita, Pak Krishna minta saya bikin LP (laporan),” katanya.

Namun, karena tidak ingin masalah ini membebani keluarganya, Alice tidak membuat laporan. Ia hanya sempat bercerita ke Krishna dalam dua pertemuan selanjutnya.

Pada setiap pertemuannya, Alice mengaku tidak pernah bertemu hanya berdua saja. Ia selalu ditemani oleh beberapa temannya.

Saat pertemuan ketiga sekaligus terakhir di Hotel Aston, Alice mengaku memang mengambil video Krishna Murti yang bermain dengan anak Alice yang masih kecil. Namun, menurut dia, tidak ada sama sekali niat jahat saat pengambilan video tersebut.

“Saya sama sekali tidak berniat menggunakannya untuk memerasa atau niat jahat. Hanya bentuk kebanggaan saja pak Krishna mau bermain dengan anak saya,” katanya.

Alice menegaskan tidak memiliki hubungan spesial dengan Krishna. Atas inisiatifnya sendiri, Alice menghadap Paminal Polri pada Jumat (16/9/2016) untuk menjelaskan hubungannya dengan Krishna. Alice mengaku Paminal bahkan sempat meminta anak semata wayang Alice yang masih balita untuk dites DNA untuk membuktikan itu bukan anak Krishna.

“Tapi saya enggak mau karena kalau saya tes, sama saja dengan saya mengiyakan bahwa ada hubungan antara saya sama Pak Krishna,” ujarnya.

Alice sendiri bingung karena saat dimintai keterangan oleh Paminal, ia ditunjukkan video yang ia rekam berisi Krishna Murti sedang menggendong anaknya, dan anak itu memanggil Krishna dengan sebutan ‘papa’.

Alice mengaku video itu hanya ada di ponselnya yang dirampok pada akhir 2015 lalu. Ia mengaku tak tahu siapa dan apa maksud dari pihak yang mengembuskan isu ini. Keluarga serta teman-teman sempat percaya bahwa Alice menjadi korban penganiayaan. Namun Alice terus meyakinkan bahwa ia hanyalah korban pencemaran nama baik.

Terakhir, Alice meminta maaf kepada Krishna Murti dan keluarganya.

“Semoga nama baik Pak Krishna bisa dipulihkan,” ujarnya.

Kombes Krishna Murti sendiri sebelumnya telah menyangkal isu maupun peristiwa ini. Ia mengaku tidak tahu mengenai munculnya informasi yang menyebutnya menganiaya perempuan.

“Saya tidak tahu bagaimana peristiwanya. Saya tidak tahu mengapa dikaitkan dengan isu yang beredar. Insya Allah saya tidak pernah melakukan sebagaimana yang diisukan tersebut. Mudah-mudahan jawaban saya bisa mengklarifikasi isu miring yang beredar di luar,” ujarnya.

Krishna menyerahkan penyelidikan mengenai isu miring tersebut kepada Propam Mabes Polri.

“Semua akan terang benderang nanti. Semoga nama baik saya bisa dipulihkan,” ucapnya.

SUMBER : KOMPAS.COM

LEAVE A REPLY