Kontribusi BPD ke Rakyat Memprihatinkan

0
559

Jakarta, nawacita – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Nelson Tampubolon, mengatakan kinerja kelompok bank pembangunan daerah tumbuh cukup baik hingga triwulan pertama 2016. Namun, kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih kecil.

“Secara umum kondisi perbankan masih cukup baik. Baik aset, kredit, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh,” katanya di seminar Transforming BPD di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Senin 23 Mei 2016.

Nelson mengatakan total aset BPD hingga Maret 2016 mencapai Rp 531,3 triliun atau tumbuh 6,48 persen dari tahun lalu. Pada Maret 2015, total aset BPD sebesar Rp 498,95 triliun.

Penyaluran kredit BPD tumbuh 8,12 persen sebesar Rp 328,19 triliun per Maret 2016 dari Rp 304,49 triliun pada Maret 2015. Sedangkan DPK naik 5,27 persen dari tahun lalu menjadi Rp 432,44 triliun. Periode yang sama tahun lalu DPK sebesar Rp 320,55 triliun.

Nelson mengatakan laba BPD tumbuh sebesar 7,91 persen. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) mencapai 20,61 persen. Rasio gross kredit bermasalah (NPL) per Maret 2016 terhitung stabil yaitu sebesar 3,89 persen dari sebelumnya 3,83 persen.

Meski tumbuh, kontribusi BPD terhadap perekonomian daerah masih kecil. “Pangsa kredit produktif baru sekitar 30 persen dari total kredit yang disalurkan,” kata Nelson.

Melihat rendahnya kontribusi, Nelson mengatakan kinerja BPD masih harus ditingkatkan. Ia mengimbau BPD tetap berfokus kepada visi program transformasi BPD yang disepakati tahun lalu.

Nelson berujar, program transformasi BPD tidak hanya untuk meningkatkan kinerja, ketahanan, dan daya saing kelompok BPD, tapi juga dapat berdampak besar bagi pembangunan ekonomi daerah serta ketahanan industri perbankan nasional.
sumber : tempo.co

LEAVE A REPLY