Monday, June 22, 2026

Kepala BI Jatim Ibrahim: Ekonomi Jawa Tumbuh 5,79, BI Rate 5,75

Surabaya,  Nawacita.co  – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur merilis data ekonomi lengkap Q2-2026 dalam Media Briefing Juni 2026, Senin 22 Juni 2026. Mulai BI Rate 5,75%, inflasi Jatim 3,49%, ekspor lemak minyak melejit 55%, hingga event Java Coffee & Flavors Fest 17-19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur , Ibrahim Mengatakan Bahwa BI Rate Tetap 5,75%, Ekonomi Jawa Tumbuh Lebih Tinggi dari Nasional

” Pada Rapat Dewan Gubernur BI 17-18 Juni 2026 memutuskan BI Rate tetap 5,75%. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tetap di sasaran ,” terangnya

Kinerja ekonomi Jawa tetap solid. Triwulan I 2026 ekonomi Jawa tumbuh 5,79% secara tahunan yoy, melampaui pertumbuhan nasional 5,61% yoy. Konsumsi Rumah Tangga masih jadi penopang utama.

” Dari sisi lapangan usaha, perdagangan tumbuh 5,49% yoy seiring belanja masyarakat. Industri pengolahan tumbuh 4,44% yoy meski melambat akibat geopolitik global. Sisi pengeluaran mencatat penguatan konsumsi pemerintah yang melonjak dari 8,50% menjadi 15,75% yoy, sejalan akselerasi program prioritas,” tegasnya

Baca Juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate Menjadi 5,75 Persen

Inflasi Indeks Harga Konsumen IHK Jawa Timur Mei 2026 tercatat 3,49% yoy atau 0,28% month to month mtm. Secara spasial, Surabaya menjadi daerah dengan inflasi bulanan tertinggi, sementara Sumenep inflasi tahunan tertinggi.

” Kenaikan tarif angkutan udara dan beberapa komoditas pangan jadi pendorong utama inflasi Mei. Namun BI memprakirakan inflasi 2026 tetap terkendali di rentang 2,5±1% seiring koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID,” beber dia

Ekspor nonmigas Jatim April 2025 mencatatkan pertumbuhan tinggi. Komoditas lemak minyak tumbuh 55,63% yoy, karet dan barang karet 60,64% yoy, serta kertas 40,22% yoy.

” Kinerja ekspor ini sejalan prakiraan BI untuk Q2-2026. Prompt Manufacturing Index PMI Jatim diprakirakan ekspansi, ditopang optimisme konsumen dan pertumbuhan transaksi kartu. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini IKE juga menunjukkan tren positif, mengindikasikan daya beli masyarakat terjaga,” kata dia

Baca Juga : Bank Indonesia Perluas Lelang Repo 12 Bulan, Jaga Likuiditas & Stabilkan Rupiah

Jawa Timur mempunyai potensi besar sebagai produsen utama kopi dan kakao nasional. Potensi ekspor green bean kopi masih tinggi, sementara kakao berhasil hilirisasi ke produk coklat olahan. Untuk teh, produk ekstrak atau konsentrat jadi peluang baru UMKM.

” BI Jatim juga menjalankan 4 pilar strategi 2026: Advisory, Pengendalian Inflasi & Promosi Investasi, Pengembangan UMKM & Syariah, serta Pengawasan. Melalui pilar UMKM, BI melakukan pendampingan sektor prioritas agar produk lokal naik kelas,”

Untuk PDRB Jatim 2026 diprakirakan tetap solid di kisaran 4,5-5,7% yoy, dengan inflasi terkendali 2,5±1%.

Ia menambahkan. BI Jatim akan menggelar Java Coffee & Flavors Fest JCFF 5th pada 17-19 Juli 2026 di Alun-Alun Surabaya. Mengusung tema “Kopi Jawa: Menjulur Rasa Lokal Indonesia di Tengah Tantangan Dunia Bisnis”. tambah dia

Event tahunan ini punya rangkaian lengkap: EduCoffee Talkshow & Workshop, Brewing Competition, Latte Art Competition, Cupping Competition, Barista Beranda, TikTok/Reels Contest, hingga Business Matching Trade in Commerce untuk UMKM.

“Lewat JCFF kita dorong kopi, rempah, coklat jadi komoditas ekspor unggulan. Sekaligus promosikan Alun-Alun Surabaya sebagai wisata heritage dan tingkatkan value added produk lokal,” jelas Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim.

Target JCFF: peningkatan eksposur dan daya saing UMKM termasuk akses kredit, diversifikasi produk olahan, serta terciptanya ekosistem wisata heritage.

Dari data BI Rate sampai event kopi terbesar Jatim, semua sinyal menunjukkan ekonomi Q2-2026 tetap kuat. Tinggal pelaku usaha dan UMKM yang jeli manfaatin peluangnya.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru