Kunjungan Siswa SMKN 10 Jakarta, Pemerintah Tanamkan Motivasi Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA, Nawacita – Pemerintah Tanamkan Motivasi Menuju Indonesia Emas 2045, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 140 siswa/siswi dari SMKN 10 Jakarta melalui program “Istana Untuk Anak Sekolah”, di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg, Eddy Cahyono Sugiarto. Eddy menjelaskan secara singkat mengenai tugas dari Kemensetneg, diantaranya adalah memberikan dukungan teknis, administrasi, substantif, dan komunikasi publik terhadap program kerja Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Sekretaris Negara, termasuk manajemen kabinet.
Sebelum rangkaian kunjungan ke dalam istana, para siswa/siswi terlebih dahulu menerima materi dari Kepala Seksi (Kasie) Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta Timur 2, Khusus Pelatihan, Handoyo, mengenai “Peran Generasi Muda Melalui Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045”. Para siswa siswi dijelaskan mengenai pentingnya peran generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa transformasi pendidikan saat ini bertumpu pada tiga hal utama, yaitu penguatan fondasi pendidikan melalui kebijakan berbasis bukti, ekosistem kerja guru yang sehat, dan penyediaan sekolah yang layak dan aman.
Selanjutnya, para siswa juga mendapatkan gambaran mengenai konsep sekolah sebagai rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh melalui program sekolah gratis, penerapan zonasi bebas ponsel (#PhoneFreeZone) demi kelancaran belajar, penyediaan kantin sehat berkelanjutan, serta wadah pemberdayaan bakat akademik maupun non-akademik.
Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Suwarmi, salah satu Guru SMKN 10 Jakarta, bahwa mendidik generasi terkini membutuhkan pendekatan baru yang lebih adaptif.
Baca Juga: Istana untuk Anak Sekolah, Ajak Pelajar Pahami Pentingnya Kebijakan bagi Masa Depan Bangsa
“Kalau anak sekarang generasinya Gen Z dan Alpha ya. Tidak bisa dengan kayak orang-orang yang terdahulu diajarkan untuk belajar. Karena anak-anak sekarang untuk membangun pola pikir itu harus kita lakukan pendekatan seperti dengan bermain bersama, kita harus masuk ke dunianya. Nah yang sekolah lakukan adalah satu menerapkan disiplin yang tinggi, lalu rasa percaya yang tinggi,” ujar Suwarmi.

Lebih lanjut, Suwarmi juga menyampaikan apresiasi terhadap program Istana Untuk Anak Sekolah. “Luar biasa programnya, pemberian informasinya juga sangat memuaskan kita. Adanya kunjungan ini sangat penting ya, di mana anak-anak memiliki dan merasa bahwa mereka adalah aset bangsa, yang di mana ke depannya mereka yang akan menduduki posisi-posisi pemimpin tersebut.
“Dengan mengunjungi istana negara mindset anak-anak sangat terbuka dibanding hanya diceritakan oleh bapak ibu gurunya. Sehingga anak-anak memiliki motivasi yang luas dengan injakan bumi pertama di istana merdeka. Insya Allah anak-anak akan merubah pola pikir dan mindset ke depannya agar lebih baik lagi,” lanjut Suwarmi.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa/siswi yang berkeliling ke dalam Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya Adnan Zaidan, Siswa Jurusan Manajemen Logistik.
“Tadi di sana kita diajak room tour nih. Kita keliling ke Istana Merdeka, Istana Negara, pokoknya ruang Sidang Kabinet, lalu juga Ruang Sidang Paripurna. Kita semua di situ bener-bener ngelihat hal-hal yang baru kita lihat, kita belum pernah ke sini, dan kita bener-bener dapet pengalaman baru di sini kak. Seru banget dapet ilmu baru, dapet pengalaman baru, dapet experience baru pokoknya,” ujar Adnan.
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk melihat secara langsung pusat pemerintahan negara sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Dengan semangat dan motivasi yang diperoleh dari kunjungan tersebut, para siswa diharapkan semakin percaya diri untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Kemensetneg)


