Thursday, June 4, 2026

Makin Anjlok! Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS

Makin Anjlok! Rupiah Sudah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS

Jakarta, Nawacita | Dolar hari ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan.

Berdasarkan data pasar pada Kamis, 4 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat bergerak di atas level Rp18.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.

Mengacu pada data Investing, dolar AS menguat sekitar 49,4 basis poin atau 0,28 persen dan berada di level Rp18.015. Sepanjang perdagangan harian, pergerakan dolar AS berada dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, data Google Finance menunjukkan dolar AS sempat berada di posisi Rp18.010 pada pukul 23.23 UTC atau sekitar 06.23 WIB. Setelah itu, kurs bergerak turun tipis ke level Rp17.971 pada pukul 00.15 UTC atau 07.15 WIB.

Baca Juga: Rupiah Terperosok ke Rp17.910 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Adapun berdasarkan data Bloomberg, penguatan dolar AS terhadap rupiah tercatat mencapai 0,71 persen secara harian dengan posisi terakhir berada di level Rp17.966 per dolar AS.

Meski terdapat perbedaan angka antarplatform penyedia data, tren yang terlihat menunjukkan bahwa dolar AS masih berada dalam jalur penguatan terhadap mata uang Indonesia.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh berbagai faktor global maupun domestik. Penguatan dolar biasanya terjadi ketika investor mencari aset yang dianggap lebih aman atau ketika kondisi ekonomi Amerika Serikat menunjukkan performa yang lebih kuat dibanding negara berkembang.

Kondisi ini membuat tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah, semakin besar. Akibatnya, biaya impor berpotensi meningkat dan berdampak pada harga sejumlah barang maupun bahan baku yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Level Rp18.000 juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu batas psikologis penting dalam pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru