Wednesday, May 20, 2026

Viral Pasien Hantavirus di RSHS Meninggal, Ini Penjelasan Kemenkes

Viral Pasien Hantavirus di RSHS Meninggal, Ini Penjelasan Kemenkes

Jakarta, Nawacita | Netizen ramai menyoroti laporan pasien meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena hantavirus. Narasi terkait berkembang pasca Indonesia juga melaporkan kontak erat hantavirus MV Hondius yang tengah dipantau di RSPI Sulianti Saroso.

Tidak sedikit yang menduga hal ini berkaitan hantavirus di MV Hondius yakni jenis Andes Virus, sehingga memicu kekhawatiran penyebarannya mungkin sudah meluas.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Andi Saguni memastikan keduanya tak berkaitan.

“Kasus ini di tahun 2025, tipenya HFRS, bukan tipe HPS yang di MV Hondius,” jelas Andi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (20/5/2026).

Artinya, kematian di Bandung tidak terkait jenis Andes virus atau yang ramai menyebar di MV Hondius.

Baca Juga: Hantavirus Mengintai Permukiman Padat, Dokter ITS Minta Warga Tingkatkan Kebersihan

Sebagai catatan, jenis Andes virus memicu kondisi klinis HPS atau hantavirus pulmonary syndrome. Jenis ini menyebar luas di benua amerika dan umumnya menyerang paru-paru hingga sistem kardiovaskular.

Berbeda dengan tipe klinis HFRS yakni hemorrhagic fever with renal syndrome yakni yang mendominasi wilayah Asia, hingga Eropa termasuk Indonesia yang sudah mendeteksi kasus tersebut sejak 1991.

Gejala HFRS biasanya memicu pasien mengalami demam berdarah dengan sindrom ginjal. Dibandingkan tipe HPS, angka kematiann relatif lebih rendah di angka lima hingga 15 persen. Sementara kondisi klinis HPS yang biasanya terjadi pada serangan Andes Virus, bisa mencapai 60 persen.

Hal yang tak kalah penting untuk diingat, hanya Andes virus yang sejauh ini bisa menular antarmanusia. Sementara hantavirus dengan gejala klinis HPS hanya ditemukan pada kontak dengan hewan pengerat.

Baca Juga: WHO Tegaskan Hantavirus Tak Mudah Menular seperti COVID-19

Narasi kematian hantavirus di Bandung berawal dari kilas balik dalam suatu agenda sosialisasi Hantavirus. Dokter spesialis penyakit dalam RSHS Bandung, Elisabeth Hutajulu memaparkan beberapa kondisi klinis pasien Hantavirus di RI, termasuk pekerja buruh bangunan yang meninggal pasca sempat dirawat tiga hari.

Dalam waktu kurang lebih sepekan, pasien disebut mengalami demam disertai nyeri perut bagian kanan dan warna urine pekat. Badan dan matanya juga dilaporkan menguning, disusul keluhan sakit pada bagian otot.

Kondisinya terus memburuk sampai yang bersangkutan mengeluhkan sesak napas, hingga membutuhkan tindak lanjut intubasi.

“Sayangnya, saat diedukasi, keluarganya menolak dan pasien meninggal,” jelas dr Elisabeth dalam agenda yang disiarkan daring Senin (19/52026). dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru